Tuesday, May 6, 2014

Love in Lift-3

Clara mengunci pintu apartemennya, lalu mulai berjalan mencari lift. Pagi ini Clara sudah rapi memakai seragamnya, kemeja putih yang dipinggirnya ada garis berwarna biru tua, roknya diatas lutut sedikit berwarna biru tua dan bermotif kotak-kotak, memakai dasi kupu-kupu besar yang menggantung dikerahnya, dan jas sekolahnya yang berwarna biru tua lebih gelap dari warna roknya. Ia menekan tombol turun, dan menunggu beberapa saat. Rambutnya dibiarkan terurai. Clara memang cantik.

Setelah lama mematung didepan pintu lift, pintu lift terbuka.
Ternyata Kevin ada didalamnya.
Kevin sudah berseragam rapi dan siap berangkat. Tak disangka ia bisa bertemu Clara. Clara masuk kedalam lift lalu berdiri disebelah Kevin. Kevin terpesona sampai memperhatikan Clara dari kepala sampai kaki. Membuat Clara risih dan menatap Kevin jijik. Kevin memang lebay.

"Ehm. Sekolah dimana Clara?" Celetuk Kevin tiba-tiba. Clara melirik Kevin sinis.
"ScreenHigh" Kevin mengangguk. Diingat-ingat, ScreenHigh Internasional School adalah sekolah yang terkenal dan sangat ternama di Jakarta. Bahkan, banyak anak artis dan para artis yang menimba ilmu disana. ScreenHigh juga merupakan musuh dari sekolah Kevin, yaitu Rockport Internasional School. Tapi, keduanya memang sekolah yang keren

"Kamu?" Tanya Clara membuyarkan lamunan Kevin.
"Kamu gak tau sekolah aku? Liat deh seragam aku" Kevin mencoba meyakinkan Clara,  dan menunjuk-nunjuk seragamnya
"Anak Rockport." Kini Clara yang mengamati Kevin darj kepala sampai kaki.
"Yaps" Kevin tersenyum. Percakapannya kali ini dengan Clara cukup mengasyikan.

"Kamu tinggal dilantai 10?"
"Yah.." jawab Clara datar. Berarti, Acha dengan hebatnya bisa sampai ke lantai 10 sendirian. Ckck..
"Kamu kelas berapa?" Tanya Kevin lagi, ia sangat penasaran dengan Clara.
"Aku masih junior Kevin. 10" sahutnya, Kevin mengangguk. Sekarang, Kevin sudah kelas 12.
"Hmmm.. berarti kamu junior aku."
"Berarti aku manggil kamu Kak Kevin dong?" Tanya Clara dengan nada menggoda.
Kevin tersenyum simpul, "nggak usah. Kalo buat kamu, cukup panggil Kevin aja.."
"Loh, kok dibedain?" Clara mengerenyitkan dahi.
"Karena kamu junior aku yang spesial" bisik Kevin pelan sekali.
"Hah? Apa?" Teriak Clara.  Ia sepertinya tidak mendengar perkataan Kevin yang tadi. Syukurlah.
"Ah? Apaan? Nggak kok"
Kini, mereka berdua terdiam, tenggelam bersama kesunyian yang menyatu dari hati keduanya..

Lift berhenti dilantai dasar.
Kevin menggandeng tangan Clara santai. Clara kaget dan melongo. Ia juga sempat tidak terima.
"Hei!!!" Tepisnya saat berada diluar gedung. Kevin mendongak.
"Ups, sorry nona" goda Kevin.
"Kamu bisa kena pasal 289 sampai dengan 296 KUHP, tentang pelecehan seksual." Ujar Clara kesal.
"Tapi aku cuma gandeng tangan kamu Cla--"
"Tapi kamu tiba-tiba, kamu malah gak minta izin sama aku!" Clara kesal dan bibirnya mengerucut. Kevin menahan tawa.

Clara memang junior yang sangat lucu, sikapnya manis, dan gaya bicaranya membuat Kevin tertarik ingin cepat-cepat memiliki Clara.

Karena perbedaan usia tidak membuat Cinta terhalang.

Continued-



No comments:

Post a Comment