Friday, August 29, 2014

Tears

Shania tersenyum lirih. dilihatnya taman didepan jendela kamarnya. banyak tanaman bunga yang indah, berwarna-warni. salah satu bunga kesukaannya adalah bunga Mawar. tak sengaja, lagi-lagi Shania menangis. lalu memeluk lututnya. dan menundukkan kepalanya. kini ia sama sekali tak mengerti dengan jalan hidupnya. hidupnya kini semakin rumit.

Shania Adriana adalah gadis berumur 16 Tahun. parasnya sangat ayu dan matanya sendu. rambutnya yang sepunggung dibiarkan begitu saja. bibir yang mungil menjadi pelengkap kecantikannya. tapi sayang, manusia tidak ada yang sempurna. meskipun Shania cantik, tetapi ia harus menerima kenyataan, kalau ia mengidap penyakit Kanker Darah atau yang biasa disebut Leukimia. itulah kenapa wajah Shania selalu pucat dan kehilangan gairah. sebelumnya, Shania sering kali merasakan pusing yang tak kunjung hilang, dan bahkan membuatnya sering pingsan. hidungnya pun selalu megeluarkan darah. tetapi, meskipun begitu, Shania harus kuat. ia pun berjanji akan berusaha sekuat mungkin, untuk menyerang penyakitnya..

~

berulang kali kasus ini terjadi. Shania sering pindah sekolah. karena ia sangat tidak tahan diejek teman-temannya karena mengidap penyakit aneh. memang, Shania selalu kejang-kejang jika sedang kambuh, tangannya pun sering terasa dingin kaku, dan suka pingsan. kadang, pihak UKS pun sudah bosan dengan kehadiran Shania yang dalam seminggu 3 kali masuk UKS. sampai-sampai, pak kepala sekolah pun menyarankan agar Shania Homeschooling, alasannya agar lebih mudah. mendengar itu, Shania malah ingin mencekik pak kepsek. Siang tadi, mama dan papa sudah mendaftarkan Shania ke SMA yang baru. yang orang-orangnya lebih baik daripada sekolah yang dulu.

mama dan papa Shania bukanlah orangtua kandung Shania. mereka adalah orangtua angkat Shania. menurut cerita mama, Shania bayi ditemukan dilapangan bola dikomplek rumahnya. kebetulan, mama Shania memang tidak bisa punya anak. dan akhirnya mereka merawat Shania dengan sangat baik dan sampai sebesar ini. Shania pun sangat bersyukur karena bisa diasuh dengan baik oleh orangtua angkatnya. sampai sekarang pun ia bersikeras ingin menemukan orangtua kandungnya, yang telah tega membuangnya seperti itu.

~

hari pertama sekolah Shania tidaklah mudah. pagi-pagi ia pun harus merasakan penyakitnya yang kambuh. kejang-kejang yang kata dokter berkaitan dengan jantung. mama yang dulu selalu panik dengan penyakit Shania, kini ia sudah merasa biasa saja. ia bahkan tambah mengawasi Shania dengan baik. ia juga tidak menyesal sudah mengadopsi Shania yang penyakitan.bahkan membuatnya lebih memperhatikan Shania lebih baik lagi.

"maafin Shania ma.. kalo Shania suka ngerepotin mama setiap hari"
"kamu ngomong apa sih nak? justru ini yang membuat mama semakin perhatian sama kamu. kamu gak boleh gitu. kamu harus mensyukuri, kamu masih diberi kesempatan hidup meskipun begini.."
Shania tersenyum lirih.

"Nama saya Shania Adriana. kalian bisa panggil Shania aja." ucap Shania dalam rangka memperkenalkan diri.
"saya mau nanya" ucap seseorang dibangku tengah. sambil mengacungkan jarinya. wajahnya terlihat sangat menyebalkan.
"kok muka lo kaya mayat hidup ya?" ejeknya.
"HAHAHAHHA" sekelas tertawa. Shania semakin geger, ia mengepalkan tangan kananya yang ia taruh disamping kakinya.
"ini baru hari pertama. gimana nanti?" batin Shania.

"Hai" sapa seseorang disamping Shania. ternyata ada seorang gadis yang agak tinggi dari Shania, senyumnya manis dan memiliki bola mata yang kecoklatan.
"Hai juga."
"kenalin, nama gue Naomi. nama lo Shania kan?" tanyanya sambil menaikkan sebelah alisnya.
"heh iya."
"oh, lo pindah karena apa?" tanya Naomi sambil menatap Shania penasaran.
"eh-- karena.. gak nyaman aja." jawab Shania ragu.
"oh.. semoga disini lo betah ya hehe. oh iya, tadi maafin Rio ya. dia emang kaya gitu sih. omongannya nyelekit.."
"eh, ya gak papa kok. udah biasa hehe." ujar Shania sambil tersenyum.
"eh tapi.. lo gak kenapa-napa kan? soalnya muka lo pucet banget. mau gue anterin ke UKS?" tawarnya sambil mengamati wajah Shania yang benar-benar terlihat seperti mayat hidup.
"eh, gak. gak usah! gue gak kenapa-napa kok. mm, muka gue emang udah kaya gini hehe" Shania mengelak. ia sudah bosan mendengar tawaran itu. mungkin, ini tawaran yang ke 65 kali.
"yakin?" selidik Naomi. sepertinya Naomi memang benar-benar penasaran dengan Shania.
"yaudah kalo gitu. ke kantin yuk!" ajak Naomi ramah. Shania mengangguk pasrah.

"Naomi, gue boleh gak ke toilet dulu?" ucap Shania dengan wajah yang sudah seperti mayat hidup, keringatnya pun menjadi dingin. sepertinya, mimisan akan kambuh lagi.
"oh boleh kok. gue tunggu disini ya." kata Naomi sambil bersender di dinding dekat toilet cewek.
Shania langsung lari kedalam toilet, mengamati wajahnya dikaca yang seperti biasanya. dan ternyata benar. "mimisan lagi" ujar Shania panik. ia segera mengambil tisu yang tersedia. dan mengelap hidungnya. ini bukan mimisan biasa. tapi inilah gejala kanker darah yang bukan mimisan lagi.
Shania mengangkat kepalanya ke atas, berharap darah yang keluar berhenti. tetapi, tidak. darah terus mengalir. membuat Shania panik bukan main. terlebih lagi kepalanya pusing. tetapi ia berusaha untuk menguatkan tubuhnya. ia berusaha agar tidak ada orang lain yang tau tentang penyakitnya, tidak.

8 menit pun berlalu. Naomi bingung kenapa Shania tidak keluar juga. firasatnya menandakan kejadian buruk. Naomi pun langsung masuk ke dalam toilet cewek. dilihatnya Shania yang sedang terduduk dilantai dengan hidung berlumuran darah, dan wajah yang benar-benar seperti mayat hidup.
"HAH? SHANIA!!!" Naomi awalnya takut dan tak percaya, akhirnya ia berlari kearah Shania. Shania masih dalam keadaan setengah sadar.
"lo kenapa Shan? lo KENAPA?"
Shania tidak menjawab apa-apa. "lo bawa obat gak? mana obatnya?"
Shania mengangguk. "DIMANA?"
"di--tas." ucap Shania tidak jelas, namun terdengar jelas ditelinga Naomi.
Naomi langsung bangkit, membopong Shania kedalam toilet duduk. dikeadaan seperti ini, tidak mungkin Naomi membawa Shania keluar.
"lo tunggu sini. gue bakal cari obat lo. jangan lupa kunci pintunya!"
Shania mengangguk lemas. ternyata ia lupa minum obat. ia harus menerima resikonya.

2 menit kemudian Naomi muncul. "Shan! buka pintunya! ini gue!"
Naomi membawakan botol air, dan kantong plastik kecil yang isinya obat. mungkin ada 9 obat yang harus diminum Shania.
"thanks Mi. kalo gak ada lo. mungkin gue mati disini." ucap Shania tersenyum lirih.
"kalo boleh gue tau, lo sakit apa? gue janji! gak akan ngasih tau ini sama seorangpun!!"
"kata dokter. gue sakit Leukimia. terus, gue juga punya masalah sama jantung." 
Naomi melongo.
"itu sebabnya gue selalu pindah sekolah. gue selalu menerima ejekan yang menurut gue keterlaluan. mereka menganggap gue aneh. setelah melihat gue kejang-kejang dan bertingakah aneh, mereka berani menindas gue, bahkan mengusir gue." cerita Shania.
"bahkan sekarang, gue berusaha sekuat mungkin untuk terlihat normal."
Naomi memasang ekpresi iba. "lo gak usah terlalu cemas sama gue.."
"gimana gue gak cemas sama lo, gue liat lo tadi itu sempet bikin gue mau pingsan. mulai sekarang, kita teman! oke?"
"oke"

Thursday, August 28, 2014

Stupid Girl~

Celine melihat Rio diujung koridor. ia melihat Rio dengan jelas, sangat jelas senyum tersungging dibibir cowok itu. sudah lama Celine menyukainya, tapi sayangnya, Rio tidak tahu Celine. ia sama sekali tidak kenal dengan gadis bernama Celine. padahal, mereka sebaya dan berada disekolah yang sama. 

Celine mematung didepan kelas 11.6. menunggu Reika yang sedang piket dikelas. Reika adalah sahabatnya, mereka sering pulang bersama. Celine masih terus memikirkan Rio. betapa malang nasibnya tentang itu. "gimana biar Rio tau aku?" pertanyaan itu terus menyelimuti otaknya. 

"Rio udah pulang." kata Reika sambil menyapu. Rio juga sekelas dengan Reika. 
"udah tau. dia lagi di kelas 11.9 tuh" ucap Celine sambil memonyongkan bibirnya. wajah Celine lusuh karena capek. belakangan ini ia selalu diberi tugas dan membuatnya kurang tidur. terlebih lagi jadwal les yang membuatnya jarang tidur siang.

"yaudah yuk." ajak Reika sambil menyandang tasnya. lalu keluar dari kelas 11.6, kelasnya. sedangkan Celine, ia berada dikelas 11.8.
"tapi, jangan lewat situ.."
"kenapa?"
"ada Rio.."
"yaelah. biarin aja kali. gimana dia mau tau sama lo kalo lo aja kaya gini. hayuk!" ajak Reika sekali lagi. akhirnya, Celine menangguk pasrah.

semakin dekat, semakin membuat Celine gila. dadanya terasa sesak, wajahnya memerah, dan jantungnya berdetak lebih cepat. terlebih lagi keringat dingin mengucur disamping pipinya.
"TIDAKKK" jeritnya dalam hati.

"NGGAK!" teriak Celine pelan. ia juga menghentikan langkahnya.
"kenapa Line?"
"gue malu. gue gak bisa lewat sana!" ucap Celine dengan wajah memerah.
"gimana sih lo? udah deh pokoknya kita harus lewat sana! mau gak mau! ini demi lo juga kan!" Reika kembali  menarik tangan Celine. Celine melemas dan pasrah.

jaraknya dengan Rio semakin dekat saja, ini yang membuat Celine gemetaran.
"bagaimana ini?" batin Celine.

"Rio! ini yang namanya Ce.. CELINE!!!!" Celine lari melepas tangan Reika. Reika kaget karena Celine lari begitu saja. Rio hanya diam dan bingung.

"ARGHH! gimana sih Celine? katanya mau kenalan?" dengus Reika.

"CELINE!!!" teriak Reika smabil mengejarnya.
akhirnya, Celine berhenti.
"lo gimana sih? padahal tadi itu waktu yang tepat banget!"
"g-gue malu Rei!! gue gak kuat tau gak! gue bener-bener grogi! maafin gue ya.."
"kenapa mesti malu sih? lo itu cuma nyebutin nama lo, terus senyum, terus salaman. gitu doang kan?"
"g--gue juga nyesel kali! tapiii... yaudahlah!!"

"mungkin kali ini gue emang bego, gue nyia-nyiain itu semua. tapi, yaudahlah! semua udah terjadi. mau digimanain lagi?"

Thursday, August 21, 2014

Potek

huaaaa:(
kenapa sih jatuh bangun suka sama lo? dibikin seneng, trus dibikin kesel, dibikin sedih, dibikin nangis. kejadian dimulai dari..........
Rabu, 20 Agustus 2014
broken. semuanya ancur. pokoknya.... aahhhhhhhhhhhh
jadi gini, gue kan sama my bestie Alika kan mau jajan ke kantin soalnya istirahat. perginya lewat 9F da jalannya emang deket 9F. terusss, gue liat adik kelas di 7J dan temen-temennya. dia juga mau jajan. tapi, yang sampe dia duluan. gue dan Alika dibelakang dia. dan TERNYATA. Njirr
emg ada doi. dan doi ditanya sama si ade itu. trus mereka saling senyum. APA ARTINYA COBA?
Fix tiba-tiba mata berair dan dada sesek dan seketika jajanan yang udah dipegang jadi gak nafsu untuk dimakan. makasih
Kamis, 21 Agustus 2014
masih inget kejadian kemaren dan pengen move on. tapi gagal.
trus lagi dkantin kedua sambil ngambilin gorengan, eh ujuk-ujuk doi dateng disebelah kiri. ya Allah pas banget disebelah kiri udah deket banget pengen gue senggol tapi ah. doinya lempeng aja soalnya doi emang gak kenal siapa cewek yang disebelah dia itu. seneng. iyasih.
trus ternyata gue peratiin kalo pulang dia gak langsung pulang. main bola dulu, dia suka banget jadi kiper. mana matahari lagi terik-teriknya kan jam set.1. sumpehh waktu dia keringetan itu something banget sumpah ganteng banget demi apa gak kuat liatnya juga ingin pingsan:(
how i want to you be mine?

Vidi Aldiano ft. Sherina - Apakah ku Jatuh Cinta

Dia yang tak kusuka
Dia yang tak kuduga
Tak pernah ku menyangka
Apakah ku jatuh cinta

Dia yang sesungguhnya
Tak mungkin ku terima
Apakah ku jatuh cinta (jatuh padanya)

Bersamamu, itu tak mungkin
Sungguh tak mungkin
Oh mungkinkah
Rasa ini apa namanya
Sungguh ku tak mengerti
Apakah ku jatuh cinta

Kadang dia nggak peka
Gayanya suka norak
Tapi ku tak kuasa
Apakah ku jatuh cinta

Dia yang sesungguhnya
Tak mungkin kuterima
Apakah ku jatuh cinta (jatuh padanya)

Bersamamu, itu tak mungkin
Sungguh tak mungkin
Oh mungkinkah
Rasa ini apa namanya
Sungguh ku tak mengerti
Apakah ku jatuh cinta

Mengapa dia buatku bertanya (apa yang jadi di dirinya)
Inginku abaikan
Inginku lupakan
Tapi hati berkata

Bersamamu, itu tak mungkin
Sungguh tak mungkin
Oh tak mungkinkah
Rasa ini apa namanya
Sungguh ku tak mengerti
Apakah ku jatuh cinta

Bersamamu, itu tak mungkin
Sungguh tak mungkin
Oh tak mungkinkah
Rasa ini apa namanya
Akankah ku mengerti
Mungkin ku kan mengerti
Apakah ku jatuh cinta

Friday, August 15, 2014

Cerita Pendek - Comeback

"Axel? mau kemana?" Teriak Luna dikoridor sekolah. Axel hanya diam dan pergi ke kelasnya. kejadian kemarin membuatnya terpuruk. ternyata, Luna tidak menaruh hati padanya. ia sangat sedih dan putus asa. ternyata, usahanya untuk mendekati Luna, hanya sia-sia.

Luna membalikan badannya, poninya terkena angin dan menjadi berantakan. ia berniat ke toilet sekolah untuk merapihkan rambutnya dan mengaca. setelah kenal dengan Fahmi, Luna jadi sering mengaca dan menjaga penampilannya. karena menurutnya, cowok suka cewek yang berpakaian rapi dan enak dilihat. meskipun tidak cantik ataupun cantik.

Rambut Luna yang sebahu dengan poni samping ke kiri terlihat sangat cantik. terlebih lagi wajahnya yang putih,dan bulu mata yang lentik. setelah rapih, Luna bersiap untuk ke kelas dan keluar.

saat keluar dari toilet. Luna bertemu adik kelasnya yang dulu. Rizal. adik kelas yang waktu dulu ia sukai. Luna menatap Rizal kaget, tetapi tidak dengan Rizal. Rizal hanya tersenyum.
"hai ka"
"eh. hai" jawab Luna kaku.
"kakak sombong." katanya.
"hmmm.. siapa ya yang sombong. kamu kali..."
"ka, ke kantin bentar yuk?"
sebenarnya Luna sempat ragu, ia bertemu dengan Rizal lagi. ia sekarang semakin tampan dan lebih tinggi.

"kaka sekarang jarang ngontakin aku"
"ehm. habisnya, siapa duluan yang ngilang? kamu ngilang gitu aja waktu itu. ya aku kira pertemanan kita cuma sampe situ aja." sahut Luna.
"maaf ka. dulu aku terlalu berlebihan. aku terlalu cemburu mungkin, padahal aku kan bukan siapa-siapanya kaka" kata Rizal sambil mengaduk-ngaduk jus mangganya.
ucapan Rizal membuat Luna risih, "apa maksudnya ini?" batinnya.
"ka, aku kangen sama kaka." perkataan itu cukup jelas ditelinga Luna. seketika wajah Luna memerah dan badannya membeku.
"aku kangen ngegitarin kaka. nyanyiin selamat tidur setiap malem buat kaka." Luna menjadi lemas tak berdaya. ia jadi teringat lagi tentang dulu. tapi sekarang, Luna tidak begitu berharap kepada Rizal. karena menurutnya, Rizal hanya menganggapnya sebagai teman dekat saja.
"ka? kok bengong sih?"
"kenapa kamu baru muncul sekarang?" kata Luna sambil melamun.
"hah?"
"ng--nggak. gak papa kok." ralat Luna sambil menggelengkan kepala dan cepat-cepat menghabiskan jus buah naga merahnya.
"kenapa disaat aku sudah ngelupain kamu. kamu datang lagi dengan kata-kata itu." batin Luna berbisik.
Bel masuk berbunyi. Luna segera menghabiskan jusnya. "by the way, makasih jusnya."
"sama-sama ka. nanti pulang bareng yuk kak?" ajak Rizal dengan wajah memelas. Luna sangat tidak tahan dengan ekspresi memelas anak itu. karena, ia bisa-bisa meleleh melihat kegantengannya.
"emmm.. ya boleh. aku ke kelas ya" Luna pamit dan langsung menghilang. Rizal tersenyum lega.

***

"kemana aja Lun?"
"ga kemana-mana"
"dicariin tuh.."
"sama siapa?"
"sama Fahmi."
"hah? beneran?"

"apakah Rizal sudah kembali? tapi kenapa diwaktu yang tidak tepat? aku benci waktu seperti ini!"

Boring

bored.

sekolah ngebosenin. sekolah malah nyusahin bukannya mempermudah siswa-_- tau gak sih, disekolah itu kan lagi ngtren ngtrennya kurikulum 2013. yaa, meskipun guekal gak kedapetan, tapi guru-guru disekolah bakal menyamain sama kurikullum 2013. terus bukan itu aja. entahlah, diskeolah yang sekarang itu ribet banget. apalagi gurunyaaa.. wtf

bener, kata kakak kelas yang dulu.. enakan kelas 8 daripada kelas 9. kelas 8 itu awal dari semuanya. kalo kelas 7 kan masih pada kaku sama culun-culunnya. tapi kalo kelas 8 ya temen baru lagi, gurunya juga baru lagi. tapi sumpah LEBIH ENAK KELAS 8 DARIPADA KELAS 9. jujur sih, agak kurang seneng sama kelas yg sekarang, temen-temennya ya gimana ya. mereka lebih suka masing-masing, terus laki-lakinya duh parah. coba kalo kelas 8, asik banget. anak-anaknya kalem, jaman santai-santainya waktu itu, main, belajar, main lagi, jajan terus main, belajar lagi. apalagi waktu kelas 8 dulu kedapetan kelas kayak pasar. kekurangannya gitu aja, gandeng (berisik), tapi kalo kelebihannya dari kelas itu ya kompak, terus anak-anaknya mau diajak kompromi,cewek-ceweknya juga kalem. lah sekarang? gausah ditanya. 

ada tugas ada ini, misalkan dia udah, pede banget deh sombongnya minta ampun. eh coba kalo dia belum, dia melas-melas minta nyontek. kayak tai kan *eh
kalo disini, bilangnya sih BTB. artinya butuh teu butuh. kalo butuh dicariin, kalo gak yaaaa...
nah, kayaknya temen" skrng itu ya gitu semua. kecuali cees-cees yang baik" yang udah gue kenal dari kelas 8. rasanya itu keseeeeeellll bangettttttt

kalo kelas 8, ya emang gue suka dicontekin juga sih. tapi ya gue gak mau lah, gue kalo nyontekin juga ke cees doang. tapi anak-anaknya pada kalem dan asik. kompak, misalkan kalo ada tugas pkn tuh kan pada gak suka semua sama pkn, pada gak ngerjain. kompakan gitu sekelas bilang belum. guru-gurunya juga asik. pada karalem weh kalem. eh kelas 9nya? bad. 
guru-gurunya gak nyelo, anak-anaknya wiihh, pelajarannya gak nyante. 

apalagi sekolah lagi iseng. masa disuruh ganti kerudung coba? masa kalo senin-rabu disuruh pake kerudung yang sekolah bikin. kerudungnya itu warna biru dongker dan modelnya itu apalah. gasuka banget. terus banyak aturan. rese'. 

ngebetein. terlebih lagi doi tambah cakep aja. tapi belum ada perubahan antara eke dan doi. eke coba sabar aja sih.. ya mudah-mudahan aja jadi.. amin. jadi apa? gak tau.

yaaa, cuma mau ngomong itu doang sih..

Thursday, August 14, 2014

Cerita Pendek - Rindu

setelah berjuang untuk lulus ke kelas 3, Axel akhirnya lulus dan mendapatkan kelas baru. kelas yang berbeda dnegan kelas 8 lalu. membuatnya kesal karena harus mengenal lagi orang-orang baru dikelasnya. yang ia kenal dikelas hanya sedikit. cuma ada 4 orang, itupun 2 orang anak cewek dan 2 anak cowok. hanya itu yang Axel kenal.

tiba-tiba, terlintas dipikirannya tentang Luna. "kelas apa ya Luna?" 1000 pertanyaan muncul diotaknya sekarang. ia semakin penasaran dan akhirnya bangkit dari kursi lalu keluar dari kelas. ia berencana untuk mencari Luna dan ingin tau dimana kelasnya berada. entah kenapa, setelah pertemuan pertamanya dengan Luna dijalan berawal dengan tidak baik, justru membuat Axel selalu teringat dengannya. "apa ini namanya cinta?"

~

Luna sibuk memperhatikan kelas tetangganya, kelas 9.6. kini, ia sudah lost contact dengan gebetannya dulu, adik kelasnya yang sekarang duduk dikelas 8.6. Rizal, adik kelas yang berwajah tampan dan berambut pirang. dikelasnya yang sekarang, Luna merasakan kejengkelan. teman-teman baru yang membuatnya risih, bahkan teman-teman yang sikapnya sangat menyebalkan. kini, ia mengincar anak kelas 9.6 yang bernama Fahmi. ia tak kalah tampannya dengan adik kelasnya dulu. tetapi yang ini berwajah indonesia, kulitnya putih, badannya agak tinggi, dan ciri khasnya memiliki tahi lalat dibawah mata kanannya. sejak pertama melihatnya, Luna jatuh hati dan tidak bisa melupakan wajahnya.

Axel berjalan demi perlahan, dilewatinya anak-anak yang sedang mengobrol dan bersenda gurau, ada yang berkelompok, ada yang dua orang, bahkan lebih. Axel merasa sepi karena teman akrabnya berbeda kelas dengannya. tiba-tiba ia melihat sosok yang sudah ia kenali. ternyata Luna berdiri didepan pintu kelas 9.8, dengan mata yang terus mengarah ke pintu kelas 9.6. tiba-tiba, dari ujung bibir Axel, ia tersenyum. ia lega telah menemukan Luna.

berniat menegurnya, tetapi tidak bisa. ada cowok lain yang sudah menegurnya duluan. itu membuat Axel diam ditempat dan memperhatikan mereka.
cowok itu tak lain Fahmi, ia menyapa Luna yang memang menunggunya daritadi. Luna senang bukan main, wajahnya merah merona, ia tak menyangka Fahmi akan menyapanya. Axel meruncingkan bibirnya, pertanda ia kesal. "siapa cowok itu?" wajahnya baru ia kenali.

dan akhirnya, seseorang menepuk bahu Axel. ternyata Arya. teman sekelasnya dulu dan sangat akrab dengan Axel.
"lagi ngapain disini bro?" tanya Arya sambil merangkul Axel. Axel hanya diam dan matanya matanya masih tertuju kearah Luna.
"ikut gue kekantin yuk? ayo ah" Arya menuntun Axel pergi darisitu. mau tak mau ia ikut dengan sohibnya, yang sudah lama tidak bertemu.

~

"Luna?" bisik Axel dalam hati. ia melihat Luna disebrang sana. ia berniat untuk menghampirinya.
"Luna?" kini suara Axel terdengar jelas di telinga Luna. ia membalikan badannya dan ternyata.. Axel. cowok yang dulu pernah mengisi relung hatinya, tetapi, menurut Luna, Axel hanyalah teman dekatnya saja.
"Axel?" akhirnya mereka berdua bertemu. setelah lama tidak bertemu karena libur sebulan, kini mereka dipertemukan lagi.
"Hei.." sapa Luna sambil tersenyum. Axel terpana melihat senyum manisnya.
"Eh-Ya. apa kabar nih?"
"Baik kok. kamu sendiri gimana?"
"Ba--baik. bagus deh kalo gitu." tiba-tiba Axel teringat kembali tentang pertemuan pertamanya dengan Luna, waktu itu ia tak sengaja menabrak Luna hingga terjatuh.
"kelas apa?"
"kelas 9.2"
"9.2? tapi aku kok gak pernah liat kamu?"
"mungkin karena aku jarang keluar.."
Tiba-tiba, Luna menarik lengan Axel dan membawa Axel ke sebelah Luna. lalu Luna sedikit jalan kepojok seperti orang yang bersembunyi.
"Xel, liat tuh cowok itu!"
Axel kaget dan melamun, ia hanya memandangi sisi samping Luna. sungguh cantik sekali.
"Yeee, malah bengong, liat tuh cowok yang itu! yang lagi jalan itu!" ucap Luna sambil menunjuk ke arah Fahmi.
Axel mengerenyitkan dahi, "mau ngapain Luna nunjukin cowok itu ke aku?" bisiknya dalam hati.
"kenapa emangnya?"
"gak kenapa-napa sih. tapi, dia cowok yang kali ini aku sukain. ternyata orangnya baiiiiiikkkk banget! ramah, terusss.... senyumannyaaaaa killerr...."
seketika Axel merasa dadanya sesak. hatinya langsung hancur berkeping-keping mendengarnya.
"kamu suka sama dia?" tanya Axel untuk memastikan.
"iyaaaaaaaa"

"jadi, selama ini apa?"

25 Fakta Cowok yang harus Kita Ketahui~

well, sebenernya iseng nyari-nyari artikel ginian diom gugel, tapi ternyata dapet yaudah deh dipost kesini aja biar bisa dibaca dan blog eke bisa populer:D

Kadang dunia cowok itu membingungkan, mereka terkesan simpel, tetapi juga penuh misteri. Yang pasti, semua hal tentang cowok berbeda dengan mereka. Agar tidak bingung menghadapi mereka, ketahui fakta-faktanya. Boleh saja terkesan cool, namun cowok juga ingin dimengerti.
  1. Cowok sebenarnya tidak selalu menyukai wanita yang cantik. Mereka lebih menyukai wanita yang penampilannya rapi dan enak dilihat (tidak harus wajahnya cantik).
  2. Ketika mereka mengatakan tidak mengerti Anda, berarti Anda harus bisa berpikir dalam sudut pandang mereka.
  3. Cowok pada dasarnya suka merayu.
  4. Meskipun dalam sehari banyak perempuan yang dirayu, ketika akan tidur, mereka hanya memikirkan perempuan yang mereka sukai.
  5. Ketika cowok menyukai Anda, dia akan menerima semua sifat buruk Anda.
  6. Cowok sering terpesona dengan senyum perempuan.
  7. Cowok akan melakukan APAPUN untuk menarik perhatian perempuan yang dia suka.
  8. Cowok benci jika perempuan yang dia suka membicarakan mantan pacarnya.
  9. Saat ada cowok yang ingin bertemu dengan keluarga Anda, izinkan dia melakukannya.
  10. Bagi cowok, tidak mudah melepaskan mantan pacar yang baru putus darinya, terlebih lagi jika masa pacaran sudah lebih dari 3 tahun.
  11. Karena fakta itu, cowok sering berusaha keras mendapatkan kembali perempuan yang sudah putus dengannya. Hal ini membuat mereka semakin sulit move on dan sulit menerima fakta bahwa hubungan tersebut tidak akan berhasil.
  12. Ketika Anda sudah menyentuh hatinya, Anda tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja.
  13. Ketika wanita mengatakan "Tidak,", cowok akan menganggapnya sebagai "Coba lagi besok,". Karena itulah, banyak cowok berkali-kali menyatakan cinta pada perempuan yang sama padahal jawabannya selalu "Tidak,".
  14. Kebanyakan cowok memuja dan mencintai ibu mereka. 
  15. Maka tidak heran jika mereka akan memilih wanita yang sifatnya mirip dengan ibu mereka (cowok sering tidak sadar akan hal ini).
  16. Cowok biasanya sering memikirkan perempuan yang menyukai mereka, namun belum tentu si cowok menyukai perempuan itu.
  17. Anda tidak akan pernah mengerti cowok sampai Anda mau benar-benar duduk dan mendengarkan dia.
  18. Anda tidak dilarang melakukan tes pada cowok yang baru Anda kenal, untuk mengetahui seberapa serius dia dengan Anda. Namun jangan terlalu lama, karena cowok mudah bosan dan meninggalkan Anda.
  19. Jangan terlalu yakin ada cowok yang menyukai Anda, sampai dia membuat Anda kesal dan jengkel. Biasanya cowok melakukan ini untuk menarik perhatian Anda. Supaya Anda ingat dengannya walau itu adalah hal yang mengesalkan.
  20. Fantasi cowok tidak terbatas. Maka jangan heran jika mereka suka film atau game seperti Star Wars, Transformer, berbagai superhero dll. Bagi kita, itu kekanak-kanakan, tetapi bagi cowok, itu adalah hal yang luar biasa.
  21. Anda merasa pendek? Jangan khawatir, cowok tidak terlalu mempertimbangkan tinggi kita, tetapi bentuk tubuh kita. Ouch..
  22. Jika cowok mengatakan pada Anda dengan wajah serius, "Kita perlu bicara," berarti dia memang serius dan dengarkan apa yang ingin dia sampaikan dengan serius juga.
  23. Cowok sangat memuja perempuan yang dia cintai, walaupun perempuan itu tidak cantik secara fisik.
  24. Cowok yang benar-benar serius dengan hubungannya akan menjadi sangat posesif dan melindungi Anda. Maka berhati-hatilah, karena dia bisa cemburu pada siapa saja cowok yang dekat dengan Anda.
  25. Jika ada cowok yang mengatakan bahwa Anda adalah cinta terakhir dalam hidupnya, dia benar-benar mengatakannya dari hati terdalam.

Tuesday, August 12, 2014

Fall

Selasa, 12 Agustus 2014.


semakin lama, aku dikelas 9. semakin sering aku liat dia. semakin banyak pula rasa ke dia. ada yang bilang kalo cinta itu ada karena terbiasa. dan, aku jadi suka beneran sama dia. dan rasa itu tumbuh dengan sendirinya dan menyiksa. kadang kalo ketemu suka malu, bahkan grogi, suka jantungan, dan banyak keluhan lainnya. padahal dia gak tau aku, tapi entahlah..

hari ke hari aku laluin, semuanya baik-baik aja. semuanya biasa-biasa aja. terus, karena setiap hari ngeliat dia mungkin berapa kali, itu bikin makin suka aja. parah. soalnya, waktu kelas 8 ketemu jarang. bahkan pernah sehari gak ketemu. soalnya jarak kelas aku dan dia jauh. 

sampe cees-cees gemes sama aku. mereka bilang, "cit kenapa bisa suka sama dia?" aku gak tau. trus ada yang bilang gini, "gak papa sih kamu suka sama dia, dia baik kok, pinter, cakep lagi." dibilang gitu serasa apa akuteh. bahkan sampe beredar gosip tentang aku yang katanya suka sama dia. mampus kan, udah banyak yang denger. tapi ya masa bodohlah. itu gara-gara waktu kelas 8, aku suka nitip salam sama temen aku, dan temen aku itu punya temen sekelas sama dia. yaudah. mungkin doi ngomong atau nanya ke temen-temennya. ya jadi menyebar. 

makin hari, makin gemes. kenapa dia gak nyari aku? *pengen banget dicariin* temen sebangku juga gemes kalo misalnya ada doi dan ada aku, dia pasti neriakin nama aku. dia sempet liat juga sih ke temen aku. mungkin dia bingung. entahlah. 

terus, waktu istirahat tadi. kan aku nongkrong diluar sama salma sambil ngobrol dieklas 9H. nah dia jalan sama temennya ke 9I. terus dia main sebentar sama temen dia di 9I. sempet greget. tapi waktu dia mau kekelasnya yaitu 9F, otomatis kan dia lewat kelas 9H. nah waktu lewat kelas 9H, dia sempet ngeliat kesana, terus kayak nyari orang gitu. 

otomatis bikin gue greget. NGAPAIN NYARI-NYARI KESANA? ORANGNYA DISINI, DISINI WOY! PEKA DONG! GAK USAH NYARI JAUH-JAUH KOK!!
huhah,

pulangnya, kan aku selalu pulang bareng sama salma, dia anak kelas 9F. otomatis kan bakal ketemu lagi sama doi. dan alika juga mau nyamper temennya di9F juga. nah waktu aku udah jalan sama salma. doi kan juga keluar, hal itu terjadi lagi. alika neriakin nama aku, dan aku lupa kalo ada doi. gak tau deh ekspresi doi kaya apa. 

pulangnya, aku liat dia. jalan, tapi ngobrol sama cewek.
hati ini ngerasa sakit bahkan nyesek. tuhkan. nyeseknya masih kerasa kok. terus aku harus gimana? itu derita jadi secret admirer . sungguh menyakitkan. aku tau dia bukan punya aku, tapi seenggaknya-- yahhh. nyeseklah pokoknya. 

kau hancurkan hatiku
hancurkan lagi
kau hancurkan hatiku
tuk melihatmu

Fly

Jumat, 8 Agustus 2014
11.15

kejadian ini bikin aku sport jantung. kenapa? jadi gini..
waktu itu, kelas gak ada guru. dan dikelas anak cowok pada main bola, banyak nelen korban dan yang jadi korban anak cewek. akhirnya aku dan alika pergi keluar kelas, rencananya pengen nongkrong di depan kelas sambil ngobrol. yaudah. 

pas keluar... ada Fahmi! sumpah jantung mpot-mpotan dan akhirnya lari ke tempat duduk didepan kelas. itu juga pura-pura gak kaget *padahal sebenernya kaget* akhirnya aku dan alika duduk. itu juga masih jantungan. dia lewat sama temennya, eh ternyata alika iseng neriakin nama "CITRA" sontak Fahmi langsung berhenti trus diem didepan kelas 9I. kelas akukan 9H. sumpah itu rasa jantung mau copot gimana kalo dia tau aku? kan aku belum siap ketemu dia._.

trus, temennya kan nyangkut sama temen sekelas aku, temennya itu malah ngobrol didepan 9H. parah kan, nah dijadiin alasan sama Fahmi kalo dia berhenti terus ngeliat ke belakang. trus dia manggil temennya. dan akhirnya temennya ikut jalan sama dia gak tau kemana. sumpah itu kejadian emang sebentar tapi cukup bikin aku mau pingsan. 

seneng? iya. kenapa? soalnya dia berhenti dan diem dulu waktu denger nama aku. itu tandanya dia inget sama aku. tapi ya, entahlah. 

cara ini udah dipake berkali-kali sama cees-cees aku buat bikin Fahmi tau siapa Citra anak yang katanya bogoh sama dia. yaitu, temen-temen suka neriakin nama aku didepan Fahmi biar fahmi liat aku yang mana. 
semoga, cara itu berhasil. amin. 

Thanks mi, udah bikin aku mau pingsan.

A.N.JELL - Promise (Ost. He's Beautiful)


I will promise you 두 눈에 너만 담고 살아갈게 
(I will promise you du nune neoman damgo saragalke)
Aku berjanji padamu, aku akan hidup dengan mataku selalu memandangmu
I will promise you 두 팔에 널 안고 살아갈게 
(I will promise you du phare neol ango saragalke)
Aku berjanji padamu, aku akan hidup dengan tanganku memelukmu
아침에 눈 떠 잠든 순간까지 너 하나만 그릴게
(Achime nun ttae jamdeun sungankkaji neo hanaman geurilke)
Sejak bangun di pagi hari sampai tertidur aku hanya akan merindukanmu
사랑해 이 말 잊지마 I Love you Forever
(Saranghae i mal ijjima I love you forever)
Aku mencintaimu, jangan lupakan kalimat ini, Aku mencintaimu selamanya
더운 여름 날엔 그늘이 되줄게 비오는 날엔 우산이 되줄게
(Deoun yeoreum naren geuneuri dwaejulke bioneun naren usani dwaejulke)
Di musim panas yang terik aku akan selalu menjadi tempatmu berteduh.Di hari hujan aku akan menjadi payungmu
걷다가 지칠 땐 작은 의자도 되줄게
(Geottaga jichil ttaen jageun wijado dwaejulke)
Ketika kau lelah berjalan, aku akan menjadi kursi kecilmu
웃을 때 니 기쁨 두배가 되게 함께 웃을게
(Useul ttae ni gippeun dubaega dwaege hamkke useulke)
Ketika tertawa, aku akan memberikan kebahagian ganda untukmu, Kita tertawa bersama
눈물 흘릴 땐 수건이 돼 널 닦아줄게
(Nunmul heullil ttaen sugeoni dwae neol dakkajulke)
Ketika menangis, aku akan menjadi handuk yang menyerap air matamu
I will promise you 두 눈에 너만 담고 살아갈게
(I will promise you du nune neoman damgo saragalke)
Aku berjanji padamu, aku akan hidup dengan mataku selalu memandangmu
I will promise you 두 팔에 널 안고 살아갈게
(I will promise you du phare neol ango saragalke)
Aku berjanji padamu, aku akan hidup dengan tanganku memelukmu
아침에 눈 떠 잠든 순간까지 너 하나만 그릴게
(Achime nun ttae jamdeun sungankkaji neo hanaman geurilke)
Sejak bangun di pagi hari sampai tertidur aku hanya akan merindukanmu
사랑해 이 말 잊지마 I Love you Forever
(Saranghae i mal ijjima I love you forever)
Aku mencintaimu, jangan lupakan kalimat ini, Aku mencintaimu selamanya
우리 사이는 마치 Coffee & Doughnut 같지
(Uri saineun machi coffee & doughnut gatji)
Hubungan kita seperti kopi dan donat
내게 기쁨을 전해준 너는 나의 Special chip
(Naege gippeumeul jeonhaejun neoneun naui special chip)
Kau memberikanku kebahagiaan, My special
하루하루가 Energy 부족하다면 Emergency
(Haru haruga energy bujokhadamyeon emergency)
Setiap hari, saat kekurangan energi di keadaan darurat
내게 생명을 불어줄 달콤한 그대의 향기
(Naege sangmyeong bureojul dalkhomhan geudaeui hyanggi)
Kau seperti angin manis bahagia yang berhembus ke hidupku
매일 하나 하나 꼭 숨겨놓은 나의 사랑을
(Maeil hana hana kkok sumgyeonoheun naui sarangeul)
Aku akan menjaga cintaku sedikit demi sedikit setiap hari
함께 하는 날동안 모두 보여줄꺼야
(Hamkke haneun naldongan modu boyeojulkkeoya)
Sepanjang hari akan tertawa bersama
I will promise you 어디에 있던 너만 기억할게
(I will promise you eodie itdeon neoman geiokhalke)
Aku berjanji padamu dimanapun aku hidup, aku hanya akan mengingatmu
I will promise you 뭘 해도 너만을 기억할게
(I will promise you mweol haedo neomaneul gieokhalke)
Aku berjanji padamu apapun yang kulakukan, aku hanya akan mengingatmu
영원히 너를 새길 이 가슴만 품고 살아 갈꺼야
(Yeongweonhi neoreul saegil i gaseumman phumgo sara galkkeoya)
Aku akan memelukmu dengan tanganku selamanya
사랑해 이 말 기억해 I love forever
(Saranghae i mal gieokhae I love you forever)
Aku emncintaimu, jangan lupakan kalimat ini, Aku mencintaimu selamanya
Yes A.N.GELL Why here I will promise Just do it Girl
Ya, A.N.JELL mengapa sekarang aku berjanji, lakukanlah
사랑한다는데 무슨 말이 필요해
(Saranghandaneunde museun mari phiryohae)
Mengekspresikan cinta dengan kata-kata itu penting
쾅쾅 거리는 왼쪽 가슴으로 대답할게
(Khwang khwang georineun winjjok gaseumeuro daedaphalke)
Debaran hatiku di dada kiri akan memberitahumu

One step Two step Three and Four 니 곁에 천천히 다가갈게 
(One step Two step Three and four ni gyeote cheoncheonhi dagagalkke)
Satu langkah, dua langkah, tiga dan empat aku akan datang ke sisimu perlahan

이별이란 말 따위 입에 담지 못 해 I will take you love my dear 
(Ibyeoriran mal ddawe ibe damji mothae I will take you Love my dear)

Kata perpisahan jangan menyebutnya di bibir Aku akan membawamu, aku mencintaimu sayang

I will promise you 두 눈에 너만 담고 살아갈게 
(I will promise you du nune neoman damgo saragalke)
Aku berjanji padamu, aku akan hidup dengan mataku selalu memandangmu
I will promise you 두 팔에 널 안고 살아갈게 
(I will promise you du phare neol ango saragalke)
Aku berjanji padamu, aku akan hidup dengan tanganku memelukmu
아침에 눈 떠 잠든 순간까지 너 하나만 그릴게 
(Achime nun ttae jamdeun sungankkaji neo hanaman geurilke)
Sejak bangun di pagi hari sampai tertidur aku hanya akan merindukanmu
사랑해 이 말 잊지마 I Love you Forever 
(Saranghae i mal ijjima I love you forever)
A
ku mencintaimu, jangan lupakan kalimat ini, Aku mencintaimu selamanya

Jang Geun Seuk - Without Words (Ost. he's Beautiful)

yang udah nonton drama korea He's Beautiful pasti udah gak asing lagi denger lagu ini, sedih banget lagunya, enak banget, ngena ke hati juga :v
 
Hajimal geol geuraesseo moreuncheok haebeorilgeol
Anboineun geotcheoreom bolsueopneun geotcheoreom
Neol aye bojimalgeol geuraetnabwa
Domangchil geol geuraesseo motdeuleuncheok geureolgeol
Deutjido motaneun cheok
Deuleul su eopneun geotcheoreom
Aye ne sarang deutji aneulgeol

Maldo eopsi sarangeul alge hago
Maldo eopsi sarangeul naege jugo
Sumgyeol hanajocha neol damge haenotgo
Ireoke domangganigga
Maldo eopsi sarangi nareul ddeona
Maldo eopsi sarangi nareul beoryeo
Museunmaleul halji damun ibi
Honjaseo nollangeot gata
Maldo eopsi waseo

Wae ireoke apeunji wae jagguman apeunji
Neol bolsu eopdaneungeon
Nega eopdaneungeo malgo
Modu yejeongwa ddokgateungeonde

Maldo eopsi sarangeul alge hago
Maldo eopsi sarangeul naege jugo
Sumgyeol hanajocha neol damge haenotgo
Ireoke domangganigga
Maldo eopsi sarangi nareul ddeona
Maldo eopsi sarangi nareul beoryeo
Museunmaleul halji damun ibi
Honjaseo nollangeot gata

Maldo eopsi nunmuli heulleonaeryeo
Maldo eopsi gaseumi muneojyeoga

Maldo eopneun sarangeul gidarigo
Maldo eopneun sarangeul apahago
Neoksi nagabeoryeo baboga doebeoryeo
Haneulman bogo unigga
Maldo eopsi ibyeoli nareulchaja
Maldo eopsi ibyeoli naegewaseo
Junbido motago neol bonaeyahaneun
Naemami nollangeot gata
Maldo eopsi waseo

Maldo eopsi watdaga
Maldo eopsi ddeonaneun
Jinagan yeolbyeongcheoreom jamsi apeumyeon doenabwa
Jageun hyungteoman namgedoenigga

Park Shin Hye - Lovely Day (Ost. He's Beautiful)

sal myeo si nar kkae wo jwo yo My sunshine
dong hwa sog gong ju cheo reom
nun eul gam go
gi da ril geo ye yo
nun tteu myeon nae gyeot e ham ge har love shot
dong hwa sog wang ja cheo reom
na reul bo myeo
us eo jul geo jyo
na do mol lae du nun i
neo man geu ri go
tto mol lae du geun geo rin
ga seum i so ri chi ne yo

i wanna love you
I wanna with you
geu dae do neu gi na yo nae mam eul
nae ge wa yo
jo geum deo da ga wa yo
nae mam eur ga jyeo yo
everyday lovely day
mae ir sok sag yeo jul ge yo
kaen di bo da dal kom han
sarang eur jul geo ye yo

ma beob e ju mun eur geor eo syal lal la
tta deut han haet sal gat eun
neo ui mi so
na reur deul chu gin
na do mol lae ga seum i
tto du geun geo ryeo
lyricsalls.blogspot.com
du nun e a reut geo ryeo
i je neun mal hae bol lae yo

I wanna love you
I wanna with you
geu dae do neu gi na yo nae mam eul
nae ge wa yo jo
geum deo da ga wa yo
nae mam eur ga jyeo yo

Everyday lovely day
mae ir sok sag yeo jul ge yo
kaen di bo da dal kom han
sarang eur jul geo ye yo

I wanna love you wanna with you
an a jul lae yo
Lovely day nae mam eur neu kkyeo bwa yo
yeong won hi ham kke hae
ral la ral la ral la ral la
mae ir haengbok man jul geo ya
kaen di bo da dal kom han
sarang eur jul geo ye yo

Sunday, August 3, 2014

Adelia-4

"Disuatu malam yang indah, aku tidak ingin sendirian. aku ingin kau disampingku, menunggu bintang jatuh dan membuat permintaan. ketika kau tanya padaku apa permintaan itu, aku hanya meminta, Kembalikan mama dikehidupanku lagi.." 


Adel hanya bisa tersenyum sendiri dijendela kamarnya, mengingat kejadian kemarin, melihat wajah Adit yang kesal dan bingung. karena ia sudah memesan banyak makanan yang membuat Adit mati gaya. 

angin sepoi-sepoi masuk ke dalam jendela kamar Adel. Adel menghirupnya dan menutup mata. ia merasakan hatinya tenang dan lega. meskipun masih banyak kesedihan yang ia tutupi dihadapan banyak orang. ia pun berpikir, "kenapa aku merasa nyaman bersama Adit?" Adel bahkan tidak percaya ia bisa dekat dengan orang yang baru ia kenal. padahal, setelah mama pergi, Adel terkesan tertutup dan misterius. tetapi, ketika ia bersama Adit, ia merasa sangat terbuka. bahkan ia sudah memberitahu kalau mama sudah pergi. padahal ia berjanji akan merahasiakan hal tersebut kecuali pada orang-orang tertentu. tetapi ia sudah menceritakannya pada tetangga yang baru ia kenal lusa kemarin. Adel menepuk dahinya. lalu menutup wajahnya dan mengusap-ngusap wajahnya kesal.

lalu ia berpikir lagi, kenapa ia memikirkan Adit? cowok yang baru ia kenal 2 hari yang lalu. "apa yang terjadi padaku?!" Adel kesal dengan dirinya sendiri, akhirnya ia memutuskan untuk tidur agar terlupa dengan semua itu.

tok tok tok 
"Non, Adel. buka non pintunya. ada tamu!" seru Bi Anik.
Adel mengurungkan niatnya untuk tidur. dengan malas ia membuka pintu kamar.
"Non! ada tamu tuh. cepetan turun."
"siapa?"
"gak tau non. ngakunya sih temen sekolah non Adel."
Adel memutar bola matanya dan berpikir keras. "yaudah aku turun."

setelah turun dari tangga ia melihat Adit diruang tamunya. dan ia sedang memegang pigura foto dimeja foto. Adel mengerenyitkan dahi.
"Adit?"
"eh. lo. ini lo masih kecil ya?" tanya Adit sambil mengacungkan foto masa kecil Adel. Adel langsung melotot dan dahinya berkerut.
"siniin!" Adel menariknya.
"eh. biasa aja kali."
"kamu gak sopan! megang-megang foto orang sembarangan!"
"habisnya disitu lo lucu banget sih, kan gue penasaran pengen liat dari deket. ternyata lo yang dulu sama yang sekarang beda banget ya. imutan dulu daripada sekarang."
"jadi maksud kamu, aku yang sekarang gak imut?"
"ya, bukan gitu sih. ya bisa jadi begitu."
"iihhhh! kamu nyebelin tau gak!" Adel memukuli Adit kesal.
"eh, eh, sakit tau Del! ampun, ampun deh!" pinta Adit cengengesan.
Adel mengerenyitkan dahi.
"eh, jidat lo itu udah berkerut 5 tingkat tuh hahahaha!!!"
"ih Adit!!!"
"eh ampun!" Adit berjalan masuk ke dalam ruang tengah rumah Adel.
"eh, ngapain masuk kesitu?"
"yaelah Del. sekarang kan gue ini temen sekelas lo sama tetangga lo juga. gue pengen tau dong isi rumah lo kayak apaan." ucapnya sambil melengos kedalam.
Adel hanya bisa tersenyum kecil. lalu mengikuti Adit yang sudah diruang tengah.

"wiii, rumah lo adem bener Del!" Adit duduk dibangku pantai yang tersedia dipinggir kolam renang rumah Adel. ia duduk seperti dipantai.
"emangnya rumah kamu gak adem?"
"ya gak seadem ini sih."
"oh."
"oh doang?"
"emangnya harus jawab apa?"
"gue laper nih Del. masakin gue makanan gitu."
"gak mau. emangnya aku babu kamu?"
"yaelah.. pelit amat sih" mulut Adit mengerucut dan bangkit dari bangku.

"biar gue yang masak." katanya sambil mencari bahan-bahan masakan.
"emangnya bisa masak?" tanya Adel iseng.
"bisa lah. asal lo tau nih, masakan gue selalu enak."
"emh. masa? yaudah cepetan masaknya, penasaran nih."
"lo duduk aja disitu, nanti kalo udah jadi gue kasih ke elo."
"oke."

"Del, lo gak punya saudara ya?" tanya Adit sambil memotong-motong bawang putih.
"gak. aku anak tunggal"
"hmmm, sepi dong"
"eng- nggak juga."
"kalo gue punya kakak. tapi dia lagi kuliah di Australi"
"oh.."
"lo suka pasta kan?"
"banget."
"bagus deh kalo gitu."
"Adit?"
"heh?"
"kamu ngerasa kesepian gak sih?"
"sering. kadang bikin gue gak betah dirumah. itu sebabnya, gue protes ke orangtua gue biar pindah rumah. dan punya temen baru."
"emangnya, dirumah lama kamu gak punya temen?"
"temen sih banyak. tapi bisanya cuma ngabisin duit orangtua. gue paling kesel sama anak yang gak tau diri. temen-temen dirumah gue yang dulu. parah. mereka, saling pamer kekayaan orangtua mereka masing-masing. udah gitu, mainnya balap liar. terus, pulang malem gak kenal waktu."
"oh.." mulut Adel berbentuk o.
"sedangkan gue, gue cuma anak rumahan yang mainnya dirumah, walaupun keluar ke tempat yang bagus. bukan trek-trekan atau mabok-mabokan."
"pantes aja. muka kamu mulus banget, kaya yang suka perawatan." ejek Adel dengan wajah tanpa dosa.
"HAHAHAHA bisa aja lo Del."
"habisnya, waktu pertama aku liat kamu. wajah kamu itu kayak cewek. putih, mulus lagi. mungkin wajah aku aja kalah."
"HAHAHA, bilang aja gue ganteng."
"iiiii, kepedean banget sih." padahal, didalam hati Adel, Adit memang ganteng.
"asal lo tau nih, disekolahan gue yang dulu, banyak cewek yang suka sama gue. tapi gue tolak semua"
"loh, kok ditolak?"
"iya, soalnya belum ada tipe yang pas buat gue. terus, mereka itu matre, dan rese. mereka harus antar-jemput pake mobil. lebay banget deh"
"Hahaha, emangnya, disekian banyak cewek disekolah kamu, gak ada yang kamu suka?"
"ehm, ada sih. tapi eh. ngapain gue ceritain ke elo?"
Adel diam dan menunduk. dalam hatinya ia sangat kesal.
"eh, eh. nggak deng. gue bercanda. ada sih, tapi sayangnya dia udah punya pacar. dan lebih sayangnya lagi, dia gak suka sama gue."
"oh."
"kalo lo gimana? apa disekolah ada yang lo suka?"
"privasi dong."
"ah, gak asik nih. gue aja nyeritain tentang cewek yang gue suka. tapi kok lo malah pelit rahasia sih."
"ya gak penting aja. ya, maksud aku, disekolah emang gak ada yang disuka."
"masa? sebanyak cowok dipelita, gak ada yang lo suka? yakin?"
"mereka kan cuma pengen cewek cantik. sedangkan gue?"
Adit berhenti melakukan aktivitas memasaknya. lalu ia menatap Adel serius. "kata siapa lo gak cantik?"
"ya menurut aku gitu."
"lo itu cantik, tapi sayangnya lo pendiem. jadi kebanyakan orang, susah mau ngedeketin lo." kata Adit sambil melanjutkan masak-masakannya.
Adel termenung mendengar ucapan Adit, memang jelas adanya. Adel memang cantik, tapi sayangnya ia lebih menutup diri.
"ya tapi lo jangan geer dulu." sela Adit dengan santai.
"ih, siapa juga yang geer" Adel mengerenyitkan dahinya. Adit hanya tersenyum.

"masakan kamu emang enak Dit. hebat!" puji Adel sambil mengacungkan jempolnya.
"yee, gue gitu loh. gimana, lo suka nggak sama masakan gue?"
"eng-- ya lumayan lah."
Adit mengerenyitkan dahi, " kok lumayan sih Del? nanggung amat."
"iya, enak kok enak. maksa"
Adit tersenyum simpul.
"Adit, udah jam 5 tuh, kamu gak pulang?"
"ngapain pulang, kan gue udah bilang sama lo, gue bete dirumah."
Adel hanya diam dan melihat Adit dengan ragu.

***

"malam ini cerah juga ya, banyak bintang." kata Adit dengan pandangan ke atas mengarah ke langit.
Adel hanya mengangguk. kini mereka berada dibalkon rumah Adel sambil menatap langit.
"mudah-mudahan aja ada bintang jatuh" pekik Adel.
"emangnya kalo ada, lo mau minta apa?"
"hmmm, pengen tau banget atau tau aja?" goda Adel iseng. Adit hanya tersenyum.
"pengen tau aja sih, tapi ya pengen tau banget deh."
"harapan aku simpel kok."
"cuma pengen mama balik lagi ke rumah, dan akur sama papa." ucap Adel tersenyum.
Adit menatap cewek disebelahnya dengan kagum, ia tersenyum dan mengangguk.
"kalo kamu?" Adel bertanya balik dan menatap Adit serius.
"ya, gue cuma pengen mama sama papa gak terlalu sibuk. dan gue minta seseorang yang bisa nemenin gue setiap hari, yang bisa gue jadiin pacar juga, biar gak bete." katanya sambil tersenyum.
Adel hanya diam menunduk.
"pasti bukan aku orangnya." ucapnya dalam hati. lalu tersenyum simpul.

Continued-


Saturday, August 2, 2014

Adelia-3

Tak disangka, Adit sudah menunggu diruang tamu. Menunggu Adel keluar dari kamarnya. Mungkin ia sudah 10 menit duduk disitu.

Tak tik tuk
Suara langkah kaki Adel terdengar sampai ruang tamu.
"Adit?" Adel kaget bukan main melihat tetangganya itu sudah menunggunya daritadi.
"Hai Del? Lama banget sih lo? Yuk berangkat!" Ketus Adit dengan wajah kusut. Adel tidak tau kalau Adit benar-benar mengajaknya berangkat bareng.
"Hah? Tapi aku belum sarapan." Jawab Adel dengan wajah polos.
"What? Udah gue traktir lo nanti disekolah. Hayu berangkat!" Adit menarik tangan Adel tiba-tiba.
"Tapi..tapi aku"
"Udah ayo"
"Bi. Adel berangkat dulu"

"Aku kira kemarin itu cuma basa-basi.."
"Emangnya muka gue keliatan basi ya?"
"Engg- enggak sih."
"Yaudah masuk"

Adit sudah rapih memakai seragam barunya. Ia sudah tidak sabar untuk melihat sekolah barunya seperti apa.
"Sekolah dipelita rame gak?"
"Rame? Emangnya pasar?" Jawab Adel dingin
"Ahelah gue punya tetangga dingin banget sih kayak es."
"Hmm."
"Kamu pindahan darimana?"
"Jaksel"
"Oh."
"Oh doang?" Adit menaikkan alis kirinya.
"Ya trus harus ngomong apa?" Balas Adel polos.
"Ckckck, sumpah ni cewek dingin banget. Berasa dikutub selatan." batin Adit. Adel tidak berkutik lagi.

Ternyata mereka sudah sampai digerbang pelita ilmu. Mobil Adit berhenti disamping pohon dekat gerbang. Adit memandangi sekolah barunya.
"Makasih ya udah nyamper kerumah sama numpangin aku dimobil kamu."
"Eh. Ya masama"
"Ternyata nih cewek bisa makasih juga" batin Adit bicara.
"Yaudah. Aku kelas ya"
"Eh tunggu!" Adit meraih tangan Adel. Membuat tatapan mereka bertemu.
"Apaan?"
"Jalannya sama gue ya? Anterin gue ke ruang kepsek"
Adel terdiam. "Yaaaa.."

"dah. ruang kepsek sebelah situ. aku mau ke kelas dulu." Adel pamit pergi ke kelas. Adit melihat sebuah ruangan tampak besar yang terpisah dengan ruangan lain. ruangan itu diapit ruang UKS, dan ruang kelas tambahan. 
"aneh. kok sepi ya. bikin gue merinding" Adit mulai berjalan mengarah ke pintu ruang kepala sekolah. lambat tapi pasti sekarang ia sudah mematung sambil memegangi daun pintu. 

tok tok tok!
"masuk." suara berat pak kepala sekolah terdengar didepan pintu. Adit dengan berat hati membuka pintu tersebut. 
"permisi pak.. saya Aditia Hermawan. saya pindahan dari SMA Cendrawasih Jakarta Selatan. kemarin ayah saya datang kemari untuk mendaftarkan saya ke sini." ucap Adit sambil berdiri didepan meja pak kepsek.
"oh. jadi kamu yang namanya Aditia Hermawan ya? anaknya pak Hermawan bukan?" tanya pak kepsek. Adit mengangguk. 
"betul pak." 
"wah, kebetulan sekali, mari duduk nak. sini duduk." 
Adit mengangguk dan duduk disofa yang disediakan didalam ruangan itu. 
"bapak ini teman SMA bapakmu, nak." ucap pak Kepsek mulai bercerita dengan gaya khasnya. 
"em, maksud bapak, jadi ayah saya sudah kenal dengan bapak ya?" 
"bapak kamu itu, sekelas sama bapak dulu waktu SMA. tapi setelah lulus, bapakmu pindah ke Jakarta Selatan." lanjut pak kepsek. 
Adit mengangguk dan bibirnya berbentuk o.
"waktu bapakmu mendaftarkanmu kesini. bapak kaget bukan main. wajahnya sama sekali tidak berubah lho! dan ternyata, memang benar. bapakmu memang Hermawan teman sekelas bapak dulu. bapak tidak menyangka.." seru pak kepsek sambil tertawa sendiri.
"wah, kalau begitu bapak dan ayah saya reuni lagi dong pak. hehehe.." 
"hahaha, yasudah. bagaimana? sudah siap dengan sekolah baru? oh iya! kamu bapak tempatkan di kelas 11.1 IPA ya." 
"ohehe, kalau begitu. saya langsung kesana saja ya pak?" 
"iya,iya. ya sudah. kamu sekarang cepat ke kelas. nanti akan saya panggilkan guru untuk membawa kamu ke kelas." ucap pak Kepsek tersenyum. 
"iya pak. terimakasih.." Adit pamit dengan pak kepsek. 
"oh iya, Adit. salam untuk bapakmu ya" 
"siap pak. mari pak.." 

***

disuatu ruang kelas pada pagi hari yang sejuk, ada seorang pemuda sedang berdiri didepan kelas. ia sedang memperkenalkan dirinya dihadapan semua murid dikelas itu. 

"ehm. nama saya Aditia Hermawan. saya pindahan dari Jakarta Selatan. kalian bisa panggil Adit. terimakasih" seru Adit dengan santai. tidak terlihat wajah grogi disitu.
Adel kaget bukan main. ia melihat Adit masuk kelasnya. tepatnya, sekarang Adit adalah teman sekelasnya. 

"silakan Adit. kamu duduk disebelah.. disebelah Adel" pinta bu Mita sambil menunjuk bangku kosong disebelah kanan Adel. Adel melotot dan tidak terima. 
Adit hanya tersenyum cengengesan melihat wajah tetangganya itu. 

setelah itu, pelajaran matematika dimulai. pelajaran yang paling rumit menurut Adit.


"Adel! tunggu! tungguin gue dong" teriak Adit dikoridor sekolah. ia berlari mengejar cewek berambut sebahu berwarna pirang kecoklatan. ditepuknya bahu cewek itu. 
"apaan sih?" 
"tungguin gue napa. lo lupa ya, kan gue janji mau nraktir lo makan dikantin. lo malah langsung pergi." ketus Adit kesal. Adel memutar bola matanya. 
"yakin mau nraktir aku?" ucap Adel tersenyum jahil. 
"yakinlah. emang kenapa?" Adit menaikkan sebelah alisnya. pertanda bingung dengan pertanyaan Adel. 
"nggak. yaudah cepet!" Adel menarik tangan Adit, sempat membuat Adit bingung dengan perlakuan Adel. 
"aneh" pekiknya dalam hati. 

setelah sampai kantin, Adel dan Adit duduk dibangku kantin yang kosong. 
"mau mesen apa Del?" 
"ehm, yakin mau nraktir aku?" 
"ya yakinlah. emang kenapa sih?" 
"ng-nggak kenapa-napa sih.."
"yaudah cepet lo mau mesen apa. rumit banget dah ngomong sama lo del" 
"mie ayam, jus mangga, jus buah naga merah, cakue, terus makanan ringan, pocari sweat, emm, apalagi ya. ohiya, sekalian pesenin spagheti tuh diwarung Bi Ani. cepetan!" pinta Adel dengan wajah tanpa dosa. 
Adit melotot. "yakin lo mau mesen segitu banyaknya?" 
"Yakinlah. kan kamu janji mau nraktir aku?" ucap Adel tersenyum jahil sambil menaikkan alisnya. 
Adit menutup wajahnya. 
"yaampun, kenapa gue punya tetangga gini-gini amat sihhh" batin Adit berteriak. 
"yaudah, tunggu sini. gue mau mesenin" Adit bangkit dan pergi. Adel tertawa puas. 
dibalik itu, Adel merasakan ada yang memperhatikannya daritadi. 
tapi orang itu langsung pergi dan menghindar. 
"siapa?"


***

sepulang sekolah, Adel dan Adit pulang jalan kaki. lantaran Adel ingin menikmati cuaca sejuk, matahari juga tidak terlalu panas untuk dilalui.

"Adel." 
"eh?" 
"main kek kerumah" 
"hah"
"iya main. dirumah sepi. papa sibuk sama kerjaannya, mama apalagi."
Adel terdiam sejenak. "emangnya mama sama papa kamu kerja apa?"
"Papa Direktur perusahaan, kalo mama dokter." jelas Adit. 
Adel mengangguk. kini ia berpikir bukan ia saja yang merasa kesepian, tetangganya pun begitu.
"kalo papa lo sama mama lo?" Adit bertanya balik. 
Adel terdiam. "kalo papa sama kaya papa kamu.tapi kalo mama.. mama udah gak tinggal dirumah lagi.." 
Adit kaget dan terdiam. ditatapnya Adel yang menunduk. "maksud lo, orangtua lo udah cerai?" 
Adel mengangguk. kini Adit merasa iba. pantas saja gadis ini kelihatan murung dan tidak ceria. dingin dan misterius. 
"maaf. kalo gue lancang." Adit merasa bersalah telah melontarkan pertanyaan yang cukup membuat Adel sedih. 
"iya gak papa. biar kamu tau juga kan." 
"emangnya kalo gue udah tau kenapa?" Adit menghentikan langkahnya. 
"biar aku merasa tenang. dan aku gak merasa tertekan dengan rahasia ini." ucap Adel sambil berhenti dan menatap Adit serius. 

Adit hanya bisa diam tanpa kata, ditatapnya gadis disebelahnya dalam-dalam. ia merasakan Adel berbicara dengannya lewat tatapan mata. tapi ia tidak bisa mengartikannya.
"lo emang susah ditebak.." batin Adit berbisik. 

Continued-

Sherina - Sebelum Selamanya

Hei coba dengarkanlah harapan aku ini 
Sebelum kita lanjutkan mimpi kita bersama 
Hei coba pandanglah jiwa yang bertanya ini 
Sebelum kita lanjutkan kisah yang berlangsung selamanya

Jaga hati yang ku serahkan untukmu

Jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita 
Dan tali asmara yang kan diuji waktu 
Berjanjilah sayangku sebelum selamanya
 

Hei jangan kau abaikan semua yang indah ini 
Sebelum kita lanjutkan cita kita berdua
Hei ini guratan sebagai tanda tangan 
Sebelum kita lanjutkan kasih yang dijanjikan selamanya
Selamanya

Jaga hati yang ku serahkan untukmu 

Jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita
Dan tali asmara yang kan diuji waktu
Berjanjilah sayangku sebelum selamanya
 

(Berjanjilah sayangku)
(Sebelum selamanya)
(Sebelum selamanya)

Jaga hati yang ku serahkan untukmu 

Jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita
Dan tali asmara yang kan diuji waktu 
Berjanjilah sayangku sebelum selamanya
 

(Jaga hati yang ku serahkan untukmu) Selamanya
(Jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita)
Dan tali asmara (yang kan diuji waktu)
Berjanjilah sayangku sebelum 
Berjanjilah sayangku sebelum 
Selamanya..