Friday, August 15, 2014

Cerita Pendek - Comeback

"Axel? mau kemana?" Teriak Luna dikoridor sekolah. Axel hanya diam dan pergi ke kelasnya. kejadian kemarin membuatnya terpuruk. ternyata, Luna tidak menaruh hati padanya. ia sangat sedih dan putus asa. ternyata, usahanya untuk mendekati Luna, hanya sia-sia.

Luna membalikan badannya, poninya terkena angin dan menjadi berantakan. ia berniat ke toilet sekolah untuk merapihkan rambutnya dan mengaca. setelah kenal dengan Fahmi, Luna jadi sering mengaca dan menjaga penampilannya. karena menurutnya, cowok suka cewek yang berpakaian rapi dan enak dilihat. meskipun tidak cantik ataupun cantik.

Rambut Luna yang sebahu dengan poni samping ke kiri terlihat sangat cantik. terlebih lagi wajahnya yang putih,dan bulu mata yang lentik. setelah rapih, Luna bersiap untuk ke kelas dan keluar.

saat keluar dari toilet. Luna bertemu adik kelasnya yang dulu. Rizal. adik kelas yang waktu dulu ia sukai. Luna menatap Rizal kaget, tetapi tidak dengan Rizal. Rizal hanya tersenyum.
"hai ka"
"eh. hai" jawab Luna kaku.
"kakak sombong." katanya.
"hmmm.. siapa ya yang sombong. kamu kali..."
"ka, ke kantin bentar yuk?"
sebenarnya Luna sempat ragu, ia bertemu dengan Rizal lagi. ia sekarang semakin tampan dan lebih tinggi.

"kaka sekarang jarang ngontakin aku"
"ehm. habisnya, siapa duluan yang ngilang? kamu ngilang gitu aja waktu itu. ya aku kira pertemanan kita cuma sampe situ aja." sahut Luna.
"maaf ka. dulu aku terlalu berlebihan. aku terlalu cemburu mungkin, padahal aku kan bukan siapa-siapanya kaka" kata Rizal sambil mengaduk-ngaduk jus mangganya.
ucapan Rizal membuat Luna risih, "apa maksudnya ini?" batinnya.
"ka, aku kangen sama kaka." perkataan itu cukup jelas ditelinga Luna. seketika wajah Luna memerah dan badannya membeku.
"aku kangen ngegitarin kaka. nyanyiin selamat tidur setiap malem buat kaka." Luna menjadi lemas tak berdaya. ia jadi teringat lagi tentang dulu. tapi sekarang, Luna tidak begitu berharap kepada Rizal. karena menurutnya, Rizal hanya menganggapnya sebagai teman dekat saja.
"ka? kok bengong sih?"
"kenapa kamu baru muncul sekarang?" kata Luna sambil melamun.
"hah?"
"ng--nggak. gak papa kok." ralat Luna sambil menggelengkan kepala dan cepat-cepat menghabiskan jus buah naga merahnya.
"kenapa disaat aku sudah ngelupain kamu. kamu datang lagi dengan kata-kata itu." batin Luna berbisik.
Bel masuk berbunyi. Luna segera menghabiskan jusnya. "by the way, makasih jusnya."
"sama-sama ka. nanti pulang bareng yuk kak?" ajak Rizal dengan wajah memelas. Luna sangat tidak tahan dengan ekspresi memelas anak itu. karena, ia bisa-bisa meleleh melihat kegantengannya.
"emmm.. ya boleh. aku ke kelas ya" Luna pamit dan langsung menghilang. Rizal tersenyum lega.

***

"kemana aja Lun?"
"ga kemana-mana"
"dicariin tuh.."
"sama siapa?"
"sama Fahmi."
"hah? beneran?"

"apakah Rizal sudah kembali? tapi kenapa diwaktu yang tidak tepat? aku benci waktu seperti ini!"

No comments:

Post a Comment