Celine melihat Rio diujung koridor. ia melihat Rio dengan jelas, sangat jelas senyum tersungging dibibir cowok itu. sudah lama Celine menyukainya, tapi sayangnya, Rio tidak tahu Celine. ia sama sekali tidak kenal dengan gadis bernama Celine. padahal, mereka sebaya dan berada disekolah yang sama.
Celine mematung didepan kelas 11.6. menunggu Reika yang sedang piket dikelas. Reika adalah sahabatnya, mereka sering pulang bersama. Celine masih terus memikirkan Rio. betapa malang nasibnya tentang itu. "gimana biar Rio tau aku?" pertanyaan itu terus menyelimuti otaknya.
"Rio udah pulang." kata Reika sambil menyapu. Rio juga sekelas dengan Reika.
"udah tau. dia lagi di kelas 11.9 tuh" ucap Celine sambil memonyongkan bibirnya. wajah Celine lusuh karena capek. belakangan ini ia selalu diberi tugas dan membuatnya kurang tidur. terlebih lagi jadwal les yang membuatnya jarang tidur siang.
"yaudah yuk." ajak Reika sambil menyandang tasnya. lalu keluar dari kelas 11.6, kelasnya. sedangkan Celine, ia berada dikelas 11.8.
"tapi, jangan lewat situ.."
"kenapa?"
"ada Rio.."
"yaelah. biarin aja kali. gimana dia mau tau sama lo kalo lo aja kaya gini. hayuk!" ajak Reika sekali lagi. akhirnya, Celine menangguk pasrah.
semakin dekat, semakin membuat Celine gila. dadanya terasa sesak, wajahnya memerah, dan jantungnya berdetak lebih cepat. terlebih lagi keringat dingin mengucur disamping pipinya.
"TIDAKKK" jeritnya dalam hati.
"NGGAK!" teriak Celine pelan. ia juga menghentikan langkahnya.
"kenapa Line?"
"gue malu. gue gak bisa lewat sana!" ucap Celine dengan wajah memerah.
"gimana sih lo? udah deh pokoknya kita harus lewat sana! mau gak mau! ini demi lo juga kan!" Reika kembali menarik tangan Celine. Celine melemas dan pasrah.
jaraknya dengan Rio semakin dekat saja, ini yang membuat Celine gemetaran.
"bagaimana ini?" batin Celine.
"Rio! ini yang namanya Ce.. CELINE!!!!" Celine lari melepas tangan Reika. Reika kaget karena Celine lari begitu saja. Rio hanya diam dan bingung.
"ARGHH! gimana sih Celine? katanya mau kenalan?" dengus Reika.
"CELINE!!!" teriak Reika smabil mengejarnya.
akhirnya, Celine berhenti.
"lo gimana sih? padahal tadi itu waktu yang tepat banget!"
"g-gue malu Rei!! gue gak kuat tau gak! gue bener-bener grogi! maafin gue ya.."
"kenapa mesti malu sih? lo itu cuma nyebutin nama lo, terus senyum, terus salaman. gitu doang kan?"
"g--gue juga nyesel kali! tapiii... yaudahlah!!"
"mungkin kali ini gue emang bego, gue nyia-nyiain itu semua. tapi, yaudahlah! semua udah terjadi. mau digimanain lagi?"
No comments:
Post a Comment