Monday, January 25, 2016

Bad day -short story-

"Silau banget." Aku terbangun karena mataku terkena pantulan cahaya dari lampu kaca didepan kamarku. Gordeng kamar tidak terlalu kututup. Dan aku mendengar adzan shubuh berkumandang. konsentrasi tidurku jadi hilang. Ditambah aku kebelet kebelakang.
Balik-balik ke kamar, perutku seperti dikoyak. Sakit melilit tidak tau kenapa. Sampai akhirnya aku merebahkan kembali tubuhku dikasur. Rasa sakitnya tidak hilang. Bahkan aku meringis kesakitan. Aku mencoba untuk tidur kembali, tapi tetap tidak bisa. Malah perutku semakin menjadi. rasanya ingin menangis, tapi aku bukan orang yang cengeng. Alhasil, aku harus menahan muntah karena kedinginan. Oh sepertinya hari ini aku tidak akan sekolah.

***

Aku melihat sinar matahari dari gordeng kamar. Suasana diluar rumah sudah cerah. Tidak gelap gulita seperti shubuh tadi. Aku berencana untuk tidak sekolah. Apa jadinya kalau masuk sekolah dengan keadaan sakit perut begini?
Aku memutuskan tidur lagi. kebetulan jam dikamarku rusak. Jadi aku tidak tahu sudah jam berapa.
Setelah tertidur pulasnya. Aku mendengar ayahku masuk ke kamar dan membangunkanku. Dia bilang sudah jam 7.
Tunggu, jam 7?

Mampus. Hari inikan hari senin. Dan kalo hari senin tandanya harus datang pagi dan upacara. Tapi ini sudah jam 7!
Aku berharap agar perutku sakit lagi. Biar ada alasan untuk ayah kalau aku tidak ingin sekolah. Tapi sial. Perutku sudah mendingan. Seperti biasa.
Lalu bagaimana ini? Jam 7 kurang saja aku belum mandi. Alhasil aku kebakaran jenggot. Langsung ngucur ke kemar mandi, habis itu pake seragam sekilat, lalu menyiapkan buku, dan mengucur keluar memakai sepatu.
Aku terus mengeluh terlambat. Aku pasti distrap. Pasti. Buktinya saja aku masih dirumah dan sudah jam 7. Kurasa aku akan sial.
Mungkin karena kasihan ayahku mengantarkanku ke sekolah. Tadinya aku akan pergi sendiri naik angkot.

Sesampainya disekolah. Aku melihat gerbang depan (utama) sudah ditutup. Ohtidak!!!!
Jadinya aku masuk lewat gerbang belakang. Banyak juga yang kesiangan. Aku sedikit lega namun masih gelisah.
Aku berlari dan akhirnya sampai dilorong gelap yang ada wcnya. Ternyata disana berkumpul murid yang nasibnya sama denganku. Murid-murid yang terlambat. Mereka berdiri, lalu aku mendapati 2 guru yaitu pak sur dan pak ris (nama samaran). Mereka memerintahkan anak-anak untuk baris rapi.
"Dibagi 2 banjar sok!" Anak-anak yang sudah disana dan baru datang kalang kabut.
Aku sudah pasrah saja karena akhirnya banyak juga yang kesiangan. Ku kira aku saja yang kesiangan.
Kami (anak-anak yang terlambat) pasrah. Sebenarnya sama saja sih, sama yang ikut upacara disana. Tapi bedanya, kami upacara dilorong, sedangkan yang lain dilapang.
Bedanya kami dihukum, tetapi mereka tidak.
Bedanya kami kena poin pelanggaran 15, mereka tidak.
Tunggu, poin 15?
Pak sur menyuruh kami mengeluarkan buku poin. Syukurlah aku membawanya setiap hari. Karena kalau tidak dibawa akan ditambah pelanggaran tidak dibawa.
Trus mereka menyuruh mengisi buku poin dengan pelanggaran, aku menulisnya. Tapi aku sedih karena pertama kali aku mendapatkan poin pelanggaran sebanyak ini. 15 poin itu tidak sedikit.
Lalu pak sur memparafkan semua buku.
Dan setelah itu kami diberi nasihat--disindir,dimarahi-- tetapi disekolahku tidak ada main fisik.
Kami terus berdiri layaknya orang yang upacara dilapang.
Dan anehnya, upacara senin ini upacara terlama yang pernah kuikuti.

Aku memang pasrah distrap. Tapi yang aku cemaskan kalau orang-orang yang terlambat nantj disuruh ke depan lapang. Malu kan. BANGET.
yaudah aku pasrah lagi aja. Semoga aja gak disuruh ke lapang.
Ternyata bener. Kita ke lapangnya sehabis bubar upacara.
Penderitaan belum sampai situ. Aku kira sehabis upacara selesai disuruh balik ke kelas. Tetapi nggak. Dugaanku salah. Kami malah disuruh berdiri lagi dilapang. Betapa mengenaskannya aku dihukum begini. Malah pelajaran pertama si pa son lagi! (Nama samaran juga) dia guru teraneh dan tergakjelas ditahun ini. Tahun kemarin juga iyasih. Ya biasalah umur. Jadi kelakuannya suka yang aneh-aneh aja. Maklumin aja deh.
Karena banyak anak laki-laki yang rambutnya panjang. Otomatis mereka dapet cukur gratis dulu dilapang.
Nah kami cewek-cewek nontonin mereka yang dicukur gratis.
Bete banget sumpah.
Dan setelah semua anak cowok dicukur dan mereka balik ke kelas masing-masing. Giliran anak cewek disuruh skotjam 50. NGESELIN kan?

Sesampainya aku dikelas, yang pertama aku lakukan yaitu salam ke pak son. Trus bilang terlambat.
Anak-anak dikelas pada ribut. Gila si citra dateng jam segini. Banyak banget yang nanya "cit gak ikut upacara? Cit baru dateng?" Orang gue upacara kok tapi dihukum. Yaelah.
Udah deh ceritanya segini dulu yha aku cape ngetiknya wkwk.

No comments:

Post a Comment