Thursday, October 30, 2014

Goodbye Happiness.


Cindy memasang matanya. ia arahkan ke sosok laki-laki yang sebaya dengannya. berpakaian seragam SMA yang rapih, dengan gaya rambut yang ngtrend masa kini, berbadan tinggi, dan... senyumnya yang mematikan. Cindy terus memperhatikan gerak-gerik lelaki itu. dan tak disangka. ada yang memperhatikannya dari jauh. ia memasang raut wajah kecewa, lalu pergi dan menghilang.

***

"kenapa lo Cin? daritadi senyum-senyum sendiri gak karuan gitu." Prilly memasang wajah serius dan menaikkan sebelah alisnya yang tebal. lalu mengerenyitkan dahi.

Cindy yang ditanya malah diam saja, ia masih tersenyum sendiri. larut kedalam senyuman maut sang gebetan. "ah, ga kenapa-napa kok Pril.."

"Bohong." sela Prilly. Prilly semakin mengerenyitkan dahinya, wajahnya yang manis ia rubah menjadi suram. sepertinya ia kecewa.

"gak usah main rahasia-rahasiaan deh. gue sama lo udah sahabatan 3 tahun. jadi gue tau gerak-gerik lo kalo lagi ngibul.." ucap Prilly sinis.

"jiahaha, muka lo biasa aja kali.. iya ntar gue cerita. sekarang kita belajar dulu, jangan sampe kita dilempar penghapus sama Bu Dena." bujuk Cindy sambil menyolek hidung sobatnya itu. mendengar Cindy akan cerita, Prilly langsung tersenyum dan mulai fokus kepada buku tulisnya sekarang.

"Aliiiii! kenapa senyum lo selalu terbayang diotak gue? arghhh!!!"

***

"mana? katanya lo mau cerita?" tagih Prilly sambil menaikkan sebelah alisnya. Cindy tersenyum lalu mengajak sahabatnya itu duduk dibangku taman sekolah. 
"lo tau Ali kan?" tanya Cindy
"Ali anak kelas XI-3 IPA itu kan?"
"iyaaaaa. gue suka sama dia." 
"Hah? yang bener?" teriak Prilly. 
wajah Cindy memerah. "sstttttt! jangan berisik! nanti ada yang denger!" 
"kok, lo bisa suka sama dia?"
"ceritanya panjang. pokoknya............"

*Flashback on*

"yah hujan." keluh Cindy sambil memandang langit yang mendung dan gelap, kali ini langit sedang menangis. 
"ish. mana gue lupa bawa payung. ah" Cindy mencoba berteduh diatap bangunan gerbang sekolahnya, masih banyak pula anak-anak yang berteduh disana. 
"udah jam segini lagi ah, gue kan harus ke tempat les. duh, naik angkot harus nyebrang. gak mungkin gue nerobos hujan, yang ada gue basah kuyup nanti. kalo nunggu reda, mau sampe kapan? arghh" Cindy mengacak-ngacak rambutnya. kini ia mulai berpikir keras bagaimana caranya ia sampai ke tempat les tidak terlambat dan tidak basah kuyup. 
akhirnya, Cindy memutuskan untuk menerobos derasnya air hujan. tapi..
ditengah jalan.. seseorang menghentikan langkahnya dan memegang payung meneduhi badan Cindy. Cindy mematung. ternyata, Ali telah memayunginya. mereka saling menatap satu sama lain. ketika itu, Cindy merasa waktu berhenti dan hanya ada dia dan Ali disitu. ia merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, badannya terasa sangat dingin dan kaku. 
"Ali?" 
"lo pake dulu payung gue. ga mungkin kan lo nerobos hujan gitu aja, sekarang kan lo mau les, yang ada kalo lo nerobos hujan, lo basah kuyup dan  nanti bakal masuk angin." ucap Ali sambil memayunginya. Cindy melongo tak percaya. 
"tapi? lo nanti pake apa?" 
"yaelah, gue kan bisa lari-lari Cin. lagian kan gue langsung pulang. sedangkan lo harus ke tempat les, ga mungkin lah lo belajar basah kuyup gitu.." jawab Ali santai. 
Cindy tersenyum dan memegang tangkai payung yang masih dipegang Ali. "by the way, thanks banget Al. gue janji, besok payungnya bakal gue bawa kok!" 
"yoi sama-sama Cin. tapi lain kali, jangan lupa bawa payung ya, sekarnag kan lagi musim hujan. oh iya, hati-hati ya Cin. gue duluan ya." pamit Ali sambil memakai tudung kepala dijaketnya. lalu berlari. "HATI-HATI AL!" 
"tadi itu apa Cin?" 

*Flashback off*

"sejak itu... gatau kenapa gue seneng ngeliatin dia. terus, liat senyumnyaa bikin gue meleleh." tukas Cindy. 
Prilly melongo. "kok lo baru cerita sih sama gue?" 
"maaf Pril. habisnya waktu itu gue belum bisa mastiin kalo gue suka sama Ali..." 
"jadi, sekarang gebetan lo Ali?" 
"hehehe. bisa dibilang begitu.."
"cieeeeeeeee, tapi jujur sih, lo sama dia cocok kok." kata Prilly sambil mengacungkan 2 jari jempolnya. Cindy hanya tersenyum.

***

"Hai Cin. mau bareng ke tempat les gak?" sapa Rio ramah. Rio adalah sohibnya Ali, mereka udah sahabatan dari SMP. kebetulan, Rio juga sekelas sama Cindy ditempat les. 
"Hai Io. eng-- kayanya ngga deh. lo duluan aja deh hehe, oh iya, Ali kemana?" ditanya begitu, wajah Rio yang tadinya ramah berubah menjadi suram. 
"Ali? dia dilapangan basket. lagi main basket kayanya." jawab Rio santai. 
"oh kalo kaya gitu thanks ya, lo hati-hati ya Io" ucap Cindy lalu pergi dari sana. Rio langsung memakai helmnya lalu membawa motornya keluar dari parkiran. 

"Hai Al." sapa Cindy ramah, ia membawa sebotol minuman khusus yang ia beli untuk Ali. mungkin inilah awal pendekatan mereka. 
"Thanks Cin. lo belum pulang?" tanya Ali sambil meraih botol minumnya.
"enggak. gue pengen.. pengen ngeliat lo latihan hehehe. boleh kan?" tanya Cindy canggung. maklum saja, ia dan Ali bukan teman sekelas, tetapi mereka sama-sama kelas XI. 
"oh boleh-boleh. yang lain kebetulan udah pada pulang. lo mau nungguin gue?" Ali menaikkan sebelah alisnya. ia terlihat sangat tampan, ditambah badannya yang tinggi dan ototnya berisi dan kekar. wajahnya bercucuran keringat membuat Cindy ingin melakukan sesuatu.
"eh, ini lap dulu." Cindy memberi handuk yang ada ditas Ali yang terbuka. Ali mengambilnya dan tersenyum. Cindy merasa jantungnya mau copot. jujur, dalam hal pendekatan, sepertinya Ali gampang untuk didekati. 
"gue mau kok nungguin lo. daripada sekarang gue ke tempat les, masih sepi terus kan 1 jam lagi. yang ada gue bete disana." jawab Cindy sambil tersenyum malu. 
Ali mengangguk. "kalo gitu, gimana kalo kita main?" 
"tapi.. tapi gue gak bisa main basket." 
"gampang.. sini gue ajarin." Cindy tersenyum lalu melempar tasnya ke bangku penonton. lalu ia mengikuti Ali dari belakang. 
"coba lo masukin bolanya." perintah Ali sambil memberi bola. kini Cindy memegangnya dan mengambil jarak untuk memasukannya. 
"cara lo salah Cin. sini gue arahin." tukas Ali. Akhirnya, Ali memegangi tangan Cindy dari belakang. sontak Cindy grogi, dan ditambah kini badannya berubah menjadi panas, lalu bercucuran keringat. 
DASS! bola masuk kedalam ring basket. Cindy berhasil. 
"yes gue bisa!" teriak Cindy kegirangan, disisi lain ia merasakan jantungnya mau copot tadi. tapi semuanya terbayar sudah dengan perlakuan manis Ali kepadanya. 
"hahaha. gue ganti baju dulu ya Cin." 
"oke.."

ternyata, tanpa mereka sadari, ada seseorang yang menontoni mereka dari jauh. lalu orang itu pergi setelah Ali pun pergi ke kamar mandi. 

***


"Sial. gue telat 2 menit ke tempat les!" keluh Cindy setelah duduk dibangkunya yang paling belakang. disamping itu, Rio sedang memperhatikannya. 
"kenapa telat Cin?" tanya Rio.
"iya nih, tadi gue keasyikan main sama Ali disekolah hehe. Ali itu orangnya asyik banget ya. rame hahah" jawab Cindy sambil mengeluarkan buku dan alat tulisnya. Rio mengangguk. 
lalu, Cindy tersenyum sendiri. ia masih mengingat peristiwa tadi, dimana Ali memegang tangannya dari belakang. ia takkan pernah lupa momen itu. 

"Cin? mau bareng sama gue?" ajak Rio sambil memakai jaket varsitynya yang berwarna biru tua. 
"nggak usah Io. gue bisa pulang sendiri kok." Cindy menolak, karena ia memang terbiasa pulang sendiri. meskipun pulang malam pun, Cindy terkadang naik angkot atau naik ojek. 
"Cin, ini udah maghrib. bentar lagi malem. gue gak enak aja gitu ngeliat cewek pulang sendirian. kenapa lo gak pernah minta jemput? sama siapa gitu kek. jadi kan gak terlalu khawatir.." ucap Rio jelas. sangat terdengar jelas ditelinga Cindy. ia mendengar Rio sangat khawatir padanya. "kenapa Rio jadi care sama gue ya?"
"ng-- yaudah deh. gue gabisa nolak. btw, thanks ya Io. lo selalu nawarin gue pulang sama lo. tapi, apa lo gak merasa keberatan?"  
"ya nggak lah Cin. justru gue seneng." tukas Rio dengan suara pelan.
"hah apa?" 
"nggak. ya nggak lah Cin. kalo gue keberatan gak mungkin gue nawarin lo nebeng." kali ini perkataan Rio jelas terdengar. Cindy mengangguk. 
"nih, pake dulu helmnya." kata Rio sambil memberikan helm berwarna biru tua kepada Cindy. sepertinya Rio memang sudah berniat untuk mengantar Cindy kerumahnya, buktinya ia sudah membawa helm untuk cewek.
"helm lo bagus Io. hehe" Cindy pun segera naik ke motor Rio. dan akhirnya Rio melajukan motornya. 

Rio membawa motornya dengan kecepatan sedang, padahal kawasakinya itu tidak cocok dipakai pada kecepatan sedang. mungkin ia ingin mencairkan suasana. 
"Io?" 
"hm?"
"lo kok baik banget sih sama gue?" celetuk Cindy tiba-tiba. Rio hanya diam dan terus melajukan motornya. kali ini ia membawanya dengan cepat. 
"Io? jawab dong. kok diem aja?" 
"yaelah Cin. gue sama semua orang kaya gini kali. mungkin lo nya aja  baru ngeh kalo gue ini emang orangnya baik kok." kata Rio.
Cindy terdiam. ia baru tersadar kalau Rio memang terkenal cowok paling ramah dan baik disekolah. apalagi sama cewek, ia paling sopan memperlakukan cewek.
"lo pegangan yang kuat, gue mau ngebut nih." jelas Rio. akhirnya, Cindy memegang pinggang Rio, suasana menjadi canggung saat itu. Rio pun merasakan pegangan Cindy dipinggangnya. 

"Thanks Io. lo udah nganterin gue sampe depan rumah." Cindy tersenyum dan mencopot helmnya. 
"your welcome. kalo kaya gini kan gue tenang Cin.." kata Rio tersenyum ramah.
"hahaha. emang bener yah kata orang." 
"emang orang ngomong apa?" 
"yaa, mereka bilang lo baik. dan ternyata lo emang ramah, dan baik banget." merasa dipuji, Rio semakin mempermanis senyumnya. 
"oke. bye.." -----
"eh Cin!" sela Rio.
"apa?"
"thanks ya udah mau pulang sama gue." 
Cindy melongo, "eh. sama-sama Io." 
"good night." ucap Rio sambil menghidupkan mesin motornya. lalu pergi. 
Cindy hanya tersenyum simpul. 

Bersambung-

Ungu - Asmara Terindah

Saat bunga tumbuh
Tanda hidup takkan berlalu
Sajak cinta yang ku tuliskan untukmu
Tak terhapus oleh waktu

Ada yang berbisik mesra
Sudah ku temukan bahagia
Kaulah asmaraku yang terindah
Dan jawaban pertanyaan

Bila esok kan datang untukku
Haturkan rasa rinduku
Ku jemput matahariku

Sosok bidadari yang berlabuh
Jauh di dasar hatiku
Tidakkah juga kau rindu

Bila esok kan datang untukku
Haturkan rasa rinduku
Ku jemput matahariku

Sosok bidadari yang berlabuh
Jauh di dasar hatiku
Tidakkah juga kau rindu

Bunga adalah bahasa rasa
Yang tak dapat ku gambarkan
Lewat kata-kata

Cinta seluas jagad samudera
Tuhan tahu yang ku rasa
Kaulah segalanya

Haaa.. haaa... uu...
Kaulah segalanya

Haaa.. haaa... uu...
Kaulah segalanya

Friday, October 24, 2014

Berubah.

gue kira lo emang sahabat gue. sahabat dalam arti adalah temen deket yang selalu ada disaat senang maupun sedih, tempat curhat dan berbagi, teman berjuang dalam menghadapi sesuatu, orang yang selalu bersama dimanapun, kapanpun, dan bagaimana pun. tapi? semua hancur karna masalah sepele. and...... kini lo dan gue saling berjauhan. padahal kita masih bisa deket, tapi sekarang?.. everything has changed:))))))

Yes.
lo emang sahabat gue. yang selalu ngertiin gue, tempat curhat dan sharing, temen ngobrol, main, temen pulang. tapi semua sirna karena masalah sepele. lo marah sama gue karena gue ngelakuin hal yang menurut gue "childish". kenapa? first, dia marah sama gue karena semenjak gue punya pacar katanya sikap gue ke dia berubah. berubah apanya? dia bilang kalo gue lg chat/smsan sama pacar gue, gue tutupin kalo dia pengen liat. IYALAH. jangan bertingkah seperti anak kecil, jelas itu PRIVASI, dan emang PRIVASI. ngerti PRIVASI? pasti ngerti kan? tapi lo marah sama gue cuma gara-gara gue nutupin chatan gue sm pacar gue? Astagfirullah. gue baru ngeh kok punya sahabat otaknya sempit banget ya. haha. coba kalo gue ngeliat chatan dia sama gebetannya itu, apakah boleh? buktinya dia ngelakuin hal yg sama kaya gue. WHAT THE........

kedua..
dia bilang katanya gue ngejauh. ngejauh apanya ya? berubah apanya ya? justru dia yang berubah. justru dia yang berubah 360 derajat dari biasanya. yang tadinya pendiem dan kalem, berubah jadi emosional. apa-apa marah, apa-apa ngomongnya tajem. jadi sekarang siapa yang berubah?
gue atau lo? :))))))))

gue tau mungkin lo depresi karena masalah pribadi lo, tapi.. kenapa lo melampiaskannya ke gue? lo melihat masalah kecil dan lo besar-besarin. aneh kan. baru ngeh deh pikirannya kok anak kecil banget. bukannya lo bijak ya dalam hal ngata-ngatain orang? bukannya lo bijak ya kalo nasehatin sahabat? tapi kenapa malah sundar sindir disocmed? terus ngomongin gue dibelakang padahal gue ada disitu dalam jarak yang deket? terus kenapa kalo lo gak suka sama gue, lo masih aja ngedeketin gue dan bersikap sok malaikat didepan gue? :)))))

dan lo bilang distatus lo itu.......
lo gak butuh temen. jadi, lo gak butuh gue? ok fine. 
lo bilang gue gak usah cerita-cerita lagi ke elo? karena bikin lo iri? oke, gue gak akan cerita-cerita lagi sama lo.

dan gue ngejauhin lo.
disaat gue ngejauhin lo, lo salahin gue lagi?
lo bikin seolah-olah gue yang salah dan gue harus minta maaf?

gak. lo yang salah. kalo aja lo ngomong langsung ke gue, gue juga bakal ngerti dan introspeksi. tapi.. ah sudahlah </3 nasi sudah menjadi bubur.

persahabatan yang kita jalin cukup lama kini berakhir dengan t r a g i s.

Pasto 2 - Setia

Deras hujan yang turun
Mengingatkanku pada dirimu
Aku masih di sini untuk setia

Selang waktu berganti
Aku tak tahu engkau dimana
Tapi aku mencoba untuk setia

Sesaat malam datang
Menjemput kesendirianku
Dan bila pagi datang
Ku tahu kau tak di sampingku
Aku (aku) masih di sini untuk setia


Oooh selang waktu berganti
Aku tak tahu engkau dimana
Tapi aku mencoba untuk setia

Aku (aku) masih setia
Aku masih di sini tuk setia (untuk setia)

Sesaat malam datang
Menjemput kesendirianku
Dan bila pagi datang
Ku tahu kau tak di sampingku
Aku masih di sini, aku masih di sini
Aku masih di sini, aku masih di sini untuk setia
Untuk setia, untuk setia

Joeniar Arief - Rapuh

Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
 Bagai lapisan tipis air yang beku
 Sentuhan lembut kan hancurkan aku
 
Walaupun cinta tak sempurna
 Menghampiri ku seketika 
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku
 
#Chorus
 Kau tak tahu betapa rapuhnya aku 
Masih merasa luka di masa lalu 
Ku pernah mencintai sepenuh hati
 
Dan ku terluka, luka membekas 
Bekas membuat, buat selamanya 
Selamanya ku, ku kan selalu 
Ku kan selalu rapuh
 
Kau ingin tunjukkan kepada dunia 
Tak hanya ada karena masa lalu 
Tapi masih ada harapan bagi yang baru
 
Kau tawarkan ku sejuta harapan 
Namun kenangan itu tak pernah hilang 
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku
 
#Chorus 
Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
 Masih merasa luka di masa lalu
 Ku pernah mencintai sepenuh hati
 
Dan ku terluka, luka membekas 
Bekas membuat, buat selamanya
 Selamanya ku, ku kan selalu 
Ku kan selalu rapuh
 
Kau datang bagai hujan basahi tanah hati 
Tapi kau lihat sendiri, luka ini..
 
Dan ku terluka, luka membekas
 Bekas membuat, buat selamanya 
Selamanya ku, ku kan selalu
 Ku kan selalu rapuh
ku kan selalu rapuh….
 
(**)Dan ku terluka, luka membekas
 Bekas membuat, buat selamanyaSelamanya ku, ku kan selalu(repeat **)
Ku kan selalu rapuh

Thursday, October 2, 2014

Sadness 2

kebiasaan deh kayanya kalo buka blog selalu hari Kamis, hahah da emang sih punya waktu banyak untuk main blog itu pasnya hari kamis, soalnya hari-hari lain sibuk x_x karena gue udh kelas 9 jadi tambah sibuk ditambah tugas terus ngalir kayak air keran, ga ada abis-abisnya suer._.v

btw, gue mau cerita. makin kesini kayaknya gue ngegalau mulu yak;( hahah asal lo tau ajasih gue mau cerita panjangg banget terus rumit, ntah bisa gak ya gue nulisin disini wakwaw T-T

First......
gue emang udh menerka-nerka doi emg bukan diciptakan buat gue. kenapa? banyak halangannya, pertama, waktu doi pulang lewat gerbang depan trus lurus itu, gue gak bisa nyusul dia, trus yang kedua, barisan upacara diubah, yang tadinya barisan cewek ditengah sama dikanan, kemarin diubah jadi perkelas, karena gue kelas 9H jadi otomatis baris paling pinggir, dan itu TANDANYA GAK BISA LIAT YANG DITENGAH. maksud gue, waktu dulu barisan gue itu ditengah-tengah, jadi semuanya keliatan, pembina keliatan, pemimpin upacaranya keliatan, pengibar bendera pun keliatan karena barisan tengah yang berhadapan langsung. NAH INI, kelas 9 kan barisnya disebelah padus OTOMATIS gue gak bisa liat doi kalo dia jadi pemimpin upacara, karna jaraknya jauh dan gak akan kelihatan. kenapa? karena didepan barisan itu ada barisan kelas 9JKL yang menghadap ke depan, sedangkan barisan 9A-I itu kesamping. dan JADINYA GUE GAK BISA LIHAT APAPUN KALO KAYAK GITU. dan artinya......... mungkin, Allah emang memperlihatkan jalannya. banyak halangan yang menimpa gue untuk deket sama doi...

tapiii, kalo soal ketemu disekolah, ya tetep jalan. doi sama gue selalu ketemu, seenggaknya setiap hari bisa berapa kali ketemu doi, karena kelas deket dan kita satu wilayah. jadii.... upaya untuk moveon selalu gagal karena ketemu terus dan gak kuat liat senyumnya T^T. suer, kemarin gue udah berhasil ngelupain doi, udah gapeduli doi ngapain, lagi apa, atau apakek. tapi pas 2 kali ngeliat SENYUMnya entah kenapa rasa meleleh. jadinya.... gagal kan. kalo kaya gini pengen balik ke kelas 8 yang jarang ngeliat doi, dan jarang galau, dan masih bebas mau ngapain aja. lah ini? but, life must go on. kalo liat kebelakang terus kapan majunya? :)

dan lo tau? gue udah berusaha move on kemarin itu, tapi gagal lagi ditambah gue tau kalo doi udah punya pacar dan PACARNYA ITU SATU SEKOLAH, DAN KELASNYA-- kelasnya itu disebrang kelas doi. ITU ARTINYA-- gue bakal melihat pemandangan yang harusnya gak gue lihat. wtf. sakit banget, apalagi pas tau tu cewek pacarnya, gue ngerasa gue gak berguna aja. "apa yang kau lihat darinya, jelas aku lebih baik, tapi apa boleh buat, jika itu maumu" bukannya gue ngehina atau apa, dia dan ceweknya sama sekali gak cocok. sumpah. dan ternyata, mereka emang deket dari dulu. ya sue aja. sabar, sabar lagi.

beberapa kali sih gue harus ngusap dada dan menghela napas panjang? harus sampe berapa kali untuk sabar dan berusaha untuk melupakan? jujur gue udah kapok kena beginian, tapi kalo emang mereka bukan jodoh gue, jauhkanlah mereka dengan cara yang nggak menyakitkan. gue selalu berdoa seperti itu, tapi gue selalu tersakiti. sebenernya gue benci sama doi, ternyata dilihat-lihat doi itu brengsek. ternyata doi pernah macarin cewek cuma satu jam, habis itu diputusin karena doi suka sama temen ceweknya itu. what thee.. fuck dia macarin cewek buat SEJAM itu UNTUK APA? PUNYA HATI gak sih? atau emang gak punya? coba lo mikir, seandainya lo jadi cewek itu, nasib lo gimana?

terus, doi itu SUPER CUEK DAN GAK PUNYA HATI. dia gak pernah ngehargain perasaan orang, dia bertingkah seenaknya seolah-olah dia benar. dia memang tampan, tapi apalah artinya tampan jika hatinya brengsek? gue kira sejauh ini doi tipe gue dan dia cowok yang baik dari temen-temen cowok lainnya. tapi kenyataannya? gapunya hati. gue tau mungkin dia gak suka sama gue tapi seenggaknya.. dia ngertiin perasaan gue dan ngejauhin gue dengan cara yang gak menyakitkan, tapi ini, dia memperlihatkan ketidaksukaannya dengan secara terbuka, otomatis gue sakit kan digituin. banyak cerita tentang doi dan bikin gue pengen nampar mukanya, gue kira lo gak sebrengsek itu, gue kira lo punya hati dan punya perasaan, gue kira lo baik, gue kira.. dan gue baru ngerti, kalo doi itu kekurangannya di hati. dia gak punya hati, jadi, dia gak pernah mikirin kalo apa yang dia perbuat sama cewek-cewek yang suka sama dia itu menyakitkan. seolah-olah ia membiarkan mereka(para cewek) dan tidak pernah memikirkan perasaan mereka. padahal, ibu dia itu cewek, coba dia pikir ibunya digituin? gamau kan:")

cowok itu gitu, ada yang suka dibiarin, nanti pas udah kena karma, ngejar-ngejar.kayak tai kan? jujur deh gue gak suka. kebanyakan cowok-cowok itu kena karma karena ulahnya sendiri, ia menolak cewek dan akhirnya ia kangen sama cewek yang suka sama dia itu, dan pas dia mau deketin cewek itu lagi, dan ternyata cewek itu udah gak ada lagi rasa sama dia gimana? pasti sakit kan? sakit keles.ya rasain aja.

hati itu kayak piring, piring itu kalo dibanting ya pecah, apa bisa dikembalikan lagi seperti semula? mata lo peang piring bisa balik lagi. ya sama aja kaya hati, kalo udah sakit, apa lo yakin bakal balik lagi? nggak kali. mikir.

gue bingung juga sama cowok-cowok yang suka sama cewek karena fisik, kadang dia juga gak pernah nyadar fisiknya sendiri. kan aneh gitu.
gue juga bingung sama cowok-cowok yang nolak cewek yang tulus sama dia, belum tentu kan pacar dia yang sekarang tulus apalagi mencintai dia apa adanya, coba lo cari cewek yang kaya gitu? apa masih ada? :)

"gue benci doi! gue benciiiiiiiiiiiiiiiiiiiii" :(

trus sekarang gue harus gimana? ngelupain dia? emang bisa?
 sebisa-bisanya gue lupa, ketika melihat senyumnya gue jadi luluh lagi. padahal gue udah benci sama dia, harus pake cara apa? pergi? ngejauh?

pdkt sama brondong juga ternyata gak mudah, gue kira gampang, ternyata, bocah. pikirannya masih bocah dan labil, maunya dingertiin tapi disuruh ngertiin balik gamau. apamaunyasih?:)
gue serasa pengen balik lagi kecil seperti semula, yang nangis cuma gara-gara luka dikaki. yang nangis cuma gara-gara mainan rusak atau makanan habis, yang nangis cuma gara-gara jatoh doang.

ternyata, semakin besar, semakin besar juga masalah yang kita hadapi, semoga hati gue juga semakin kuat menghadapinya..
Sekian.