Saturday, May 23, 2015

Isyana Sarasvati - Keep Being You

I don't want your money
Forget about that honey
I just wanna be with you

Fancy things won't get me
Diamonds, there are plenty
But there is only one of you

Baby we could be together
Nothing but your love forever

I can be your lover
You can be my lover
I won't need nobody but you

Just the way that you move
Shows me what you can do
I don't need you to prove
Cause I already knew
Give me love, give me love baby
I just need your love, need your love baby
I don't need you to prove
Just keep being you

I dont need your flowers
Just your hours
Baby you have bloomed in my heart

So many have tried to
But only you do
Make me feel like this, yes you

Baby we could be together
Nothing but your love forever

I can be your lover
You can be my lover
I won't need nobody but you

Just the way that you move
Shows me what you can do
I don't need you to prove
Cause I already knew
Give me love, give me love baby
I just need your love, need your love baby
I don't need you to prove
Just keep being you

Oh darling I think that we've made it
I dont need anything, believe it
My heart feels rich when you're near me
There is no emptiness
You spread your love and I can feel it
Deep in my soul
I see you've given me much more
Thank you for the greatest gift of all

Just the way that you move
Shows me what you can do
I don't need you to prove
Cause I already knew
Give me love, give me love baby
I just need your love, need your love baby
I don't need you to prove
Just keep being you
Just keep being you

She is my favorite female singer,  i like she cause she so talented, beautiful, and  i dont know why i so love her. Aku lebih suka Isyana dibanding Raisa. Tapi ini opiniku, dan selera orang berbeda kan.. i love all the song, and i hope Isyana to go international and famous. 

Friday, May 22, 2015

Dear Luna...

Aku masih memegang lolly boneka kesayanganku. Aku melihat mama dan papa setiap malam selalu bertengkar. Mendengar suara keras dan teriakan dari keduanya. Papa tidak mau mengalah kepada mama, begitupun mama. Sepertinya mereka tidak mampu mengontrol ego mereka masing-masing. Akuselalu bersembunyi dalam kamar. Tak ku sangka air mataku berjatuhan seiring dengan bentakan suara papa. Aku harus kuat. Harus.

Paginya aku mendapati mama diruang tengah. Ia sibuk membawa kopernya dan tas kecilnya. Wajahnya yang ayu kini sangat berbeda dengan matanya yang bengkak karena menangis semalam. Aku sungguh sedih melihat kondisi mama sekarang.

Mama melihat aku didepan pintu kamarku, ia menatapku lama. Lalu ia berjalan ke arahku, wajahnya yang terlihat suram kini sangat jelas terlihat dimataku.

"Luna.." ucap mama lembut. Ia memegang tanganku. Aku semakin mengerti dengan semua ini, mama pasti akan pergi meninggalkan aku, kakak, dan papa.
"Maafin mama ya nak, mama nggak bisa menjadi mama yang baik untuk kamu. Mama sudah capek nak, papamu sudah berubah. Mama tidak kuat lagi, kalau memang sudah tidak bisa dipersatukan, lebih baik akhiri saja.." kata mama sambil menatapku serius. Wajahnya sangat iba.
Hatiku berantakan. Patah berkeping keping dan mungkin hatiku hancur. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak boleh mempersulit mama. Karena dikondisinya yang sekarang mama sudah sangat prihatin. Mamaku yang selalu membahagiakanku, yang selalu ada untukku, kini harus pergi. Ya Tuhan, kenapa semuanya menjadi seperti ini? Kenapa orangtuaku harus berpisah? Kenapa?

Aku menangis. Aku tak kuasa menahan tangisku dan sakitku. aku langsung memeluk mama. Bahkan aku tak mau melepasnya. Papa benar-benar berengsek.

Kini aku dan mama menangis bersama. Aku harap papa masih membiarkan mama tinggal dirumag meskipun sudah berpisah. Tapi itu mustahil.

Andika mendekati aku dan mama. Ya Andika, ia adalah kakakku. Andika pun langsung memeluk kami berdua. Ia pun menangis.
"Aku mau ikut sama mama," katanya.
"Nggak Dika. Kamu harus tetap tinggal sama papa kamu. Kamu harus jaga adik kamu dan selesaikanlah kuliahmu." Ucap mama.
"Tapi ma--"
"Dika, mama percaya sama kamu. Kamu anak yang baik dan mama yakin kamu pasti sukses nak. Kamu harus jadi arsitek, itukan yang kamu mau?" Kata mama sembari sesegukan.
Dika terdiam. Lalu memeluk mama.

"Mama mau kemana?" Tanyaku.
"Mungkin mama pulang ke rumah ibu. Hanya itu tempat mama pulang nak."
Aku teringat, rumah nenekku ada diBandung. Berarti mama akan pergi jauh dan tidak akan kembali lagi ke Jakarta.
"Kamu gak usah khawatirin mama, kamu harus fokus sama sekolah kamu sayang, mama pengen liat kamu sukses, walaupun mama gak bisa liat kamu berkembang," mama tersenyum lalu memegang pundakku.
Aku tersenyum lirih. Benar juga kata mama, aku harus membuat mama bahagia, aku tidak boleh membuatnya sedih sedikit pun. Takkan ku biarkan mama menangis lagi habis ini.

Hari ini sungguh menyakitkan. Hari ini adalah hari terburuk dalam hidupku. Dimana kini kebahagiaanku berkurang, orang orang yang aku sayangi pergi, termasuk papa. Aku sungguh membencinya. Aku tidak sudi mengakuinya sebagai ayahku

***

2 tahun setelah kepergian mama usiaku genap 17 tahun. Tepatnya aku kelas 2 SMA sekarang ini. Dimana para remaja pasti mengalami jatuh cinta.

Aku memakai jas sekolahku, lalu menyandang tas ranselku, habis itu memakai sepatu.
Terakhir, aku sempat kembali ke kamar hanya untuk mengecek penampilanku dikaca. Rambutku yang berwarna kecoklatan ku biarkan terurai. Dilihat-lihat, aku memang cantik. Pantas saja teman-teman Dika selalu ingin belajar dirumah. Lalu selalu menyapaku jika aku sedang berada diluar kamar. Bahkan salah satu dari mereka berebut meminta nomor hpku.

setelah sarapan pagi, aku diantar oleh Andika kakakku. Aku diantar sampai depan sekolah. Pulang sekolah aku sudah terbiasa pulang sendiri atau dijemput lagi oleh ka Dika.

Disekolah, teman-teman mengenalku sebagai sosok yang baik, namun aku sedikit pendiam. Aku juga pintar dalam semua mata pelajaran, kecuali pelajaran olahraga. Aku tidak tahan jika berada dibawah terik panas matahari, bisa-bisa aku pingsan.

Disekolah aku merasakan masa-masa SMA yang indah dan seru, sama seperti remaja lainnya, aku merasakannya juga.

***

aku terlambat sedikit memasuki kelas. Tapi syukurlah guruku belum datang. Akupun bisa bernafas lega karena tadi aku berlari dari gerbang menuju kelasku. Aku mencoba tidur sebentar dimejaku. Tapi sialnya guru fisika masuk.

"Baiklah, minggu kemarin bapak memberi PR kepada kalian, PR berisi 15 soal, dan sekarang kumpulkan cepat dimeja." Perintah Pak Ghani kepada semua muridnya.

Aku langsung menghela napas dan memeriksa tasku. Aku merasakan ada yang aneh dengan tasku, mengapa buku fisika mendadak hilang?  Aku terus merogok-rogok tasku, bahkan menumpahkan semua isinya. Tapi hasilnya nihil, buku fisikaku tidak ada disana.

Sial, bisa-bisa aku dihukum dan disuruh menghadap bendera selama 1 jam. Kau tau kan aku tidak bisa berjemur dibawah matahari? Sungguh sial hari ini.

Aku hanya bisa pasrah, semua temanku sudah mengumpulkan tugasnya, hanya aku yang diam duduk dibangku dengan wajah bingung. Eh tapi....... ternyata aku tidak sendiri. Raihan juga terdiam dibangkunya. Aku menatapnya cukup lama, tapi responnya sangatlah buruk, ia malah menatapku datar.

"Bapak minta yang tidak mengumpulkan tugasnya, maju kedepan!" Ucap Pak Ghani.
Dengan berat langkah aku maju kedepan. Hanya aku yang maju kedepan. Sedangkan Raihan tidak.
Tetapi, akhirnya dia pun maju. Ia kini berdiri disampingku.

Pak Ghani menyuruh aku dan Raihan kekuar dari kelas. Aku terima saja, karena inj memang kecerobohanku. Tapi aku takut pingsan. Lagi-lagi aku harus berurusan di UKS. Aku benci tempat itu.

Sepertinya Raihan sudah mengetahui kelemahanku. Ia bahkan menatapku terus-terusan.
"Kamu berani juga ya," ucapnya.
Aku tersenyum lirih, "ini hukuman. Mau gak mau aku harus ngelakuinnya," ucapku.
"Yakin? Yakin kamu kuat berdiri satu jam disini?" Tanyanya meremehkanku.
Aku menelan ludah, sebenarnya aku tidak yakin kuat dalam hukuman ini.
"Kalo ragu, mendingan ke UKS aja," ucapnya.
"Nggak, aku kuat kok. Cuma satu jam, sebentar"
"Elah, berdiri 20 menit dijemur aja kamu udah smaput..." Raihan meledekku. Jujur, aku tidak suka diremehkan.
"Aku yakin aku kuat."
"Terserah kamu, aku udah nawarin kamu buat ke UKS. Kalo kamu pingsan, aku ga tanggung jawab." Katanya singkat. Aku menggerutu.
Aku berdiri disampingnya, lalu hormat ke bendera merah putih yang berkibar ditiang bendera. Aku mencoba untuk profesional melakukan sesuatu. Lagian, aku ingin melatih tubuhku, bisa saja dengan ini tubuhku menjadi kuat.

Raihan tersenyum padaku, tapi dia tersenyum meremehkanku. Aku mencoba tetap diam dan tidak peduli dengannya.

"Kenapa bisa dihukum?" Celetuknya tiba-tiba.
"Hah? Eh, bukunya ketinggalan." Ucapku.
"Oh"
"Kamu? Kenapa bisa dihukum?" Tanyaku.
"Ya gak jauh beda nasibnya sama kamu," katanya.
Aku mengangguk. Seingatku, Raihan baru 2 kali kena hukuman sejauh ini. Sedangkan aku? Inilah pertama kali aku dihukum. Sial sekali.

4 menit pun berjalan. Matahari semakin panas dan membuatku pusing. Tapi aku mencoba untuk menguatkan diri, harga diriku bisa hilang jika aku pingsan didepan Raihan.
Raihan melirikku, "masih kuat?"
Aku terdiam. Mencoba menguatkan diri tapi sepertinya tidak bisa.
Pusing dikepalaku semakin menjadi, tubuhku juga lemas. Sebentar lagi mungkin akan tumbang.

"Kenapa sih kamu begitu keras kepala?" Raihan gemas dengan tingkahku. Wajahku bercucuran keringat dan air mukaku merah, mataku berkunang-kunang sekarang.
"Eh.." desahku. Aku tidak kuat lagi, aku tidak peduli harga diriku, kepalaku pusing sekali.
Lalu aku merasakan semuanya gelap. Dan seseorang meneriaki namaku.

Continued-

Thursday, May 7, 2015

KEBEBASAN.

Halohaaaaaaaaaa! Setelah melewati pertempuran selama 4 hari dan sekarang sudah BEBAS!

Hahahah udah lama banget nunggu hari dimana kita sekolah 3 tahun ditentuin sama 4 hari. Itu degdegser banget dah. Mau cerita tentang UN kemarin dong hehehe.. mau curhat jugaa udah lama ga curhat>.<

Pertamanya gue smpt bingung ruang ujiannya beda lagi atau sama kaya waktu to sama us, ternyata sama aja. Yaudah kan gue jalan biasa ke kelas gue kan sumpah pagi itu dingin banget padahal udah jam 7 lebih matahari udah keliatan tapi udara garut masih tirisss~

Ya pertamanya sih santai" ajalah toh UN pertama kan bahasa indonesia, bahasa sehari hari juga kan jadinya ga terlalu mikirin susah apa engganya, lagian kata pa diding juga bahasa indonesia itu harus paham, jadi gak perlu ngapalin, yang penting paham, kalo paham/ngerti kan bakal tau cara nyelesainnya gimana. Yaudahsih ga terlalu nerveous lah. waktu bel nah itu degdegan mulai. Soalnya pengawas udah pada jalan ke ruangnya masing". Disuruh baris didepan kelas dan kebetulan pengawasnya ibu-ibu. Alhamdulillah deh.

Habis baris disuruh masuk kan, nah lo semua pada tau ga gue duduk dimana? Hayo tebakk....
Gue duduk dibangku paling depan, depan meja guru. Mantep banget kan.-.
Terus dikasih tau tata tertibnya, baru deh soal dibagiin. Pas ngerjainnya sih gada kendala apa apasih alhamdulillah lancar" aja tapi kagak tau tuh bener apa kaga:v

Tapi dipertengahan si ibu pengawas ribut. Malah ngobrol, malah sempet debat pula gara-gara ngisi kode provinsi. Seisi kelas keganggu kan apalagi gue yang duduk depan mereka, gue yg lagi serius baca soal denger orang debat kan jadi ga konsen. Kampret bener deh ye.-.

Tapi alhamdulillah gue bisa nyelesain 50 soal, alhamdulillah diberi kemudahan. Kalo ditanya rasa takut sih pasti adalah. Takut kalo jawaban salah, takut kalo ngebuletinnya ga rapi, takut kalo ga kebaca sm komputernya, kan takut bangetlah.
Tapi jujur deh UN kemarin tuh berasa ga Ujian Nasional. Kaya yang ujian biasa gitu. Mungkin karena gue udh sering latihan TO dan segala macem deh jadi waktu UN ga terlalu stres lah.

Dihari keduanya harus perang sama matematika vroh:3 sumpeh deh ye jujur gue mah ga terlalu jago dimatematika. Dan waktu UN mtk itu soalnya susah semua, ada yang bisa dokerjain dapet hasilnya, ada juga yang dikerjain tapi gadapet hasilnya. Terus terusan mikir ngitung sampe kotretan udah penuh. Banyak banget soal yang susah. Ternyata bukan gue doang yang ngerasain kek gitu. Temen" gue semuanya sama. Malahan gue sempet ngobrol bentar sama desy temen yg duduk diblkg gue, dia malahan ngisinya ngasal>.<
Gue nanyain hampir ke semua temen, mereka pada garuk garuk kepala saking susahnya. Ah gue sih pasrah ajalah. Yang penting kan gue udah susaha broh:v


Dihari ketiga bahasa inggris, pelajaran favorit. Insyaallah bisa. Dan kelebihan gue yah disitu, waktu to pasti nilai yang paling besar ya bahasa inggris. Tapi ga nyangka juga waktu UN itu banyak kata-kata yang gue gatau artinya. Banyak nemuin kata baru deh. Tapi alhamdulillah yakin bisa dan insyaallah bagus nilainya aminn...

Dan dihari terakhir lancar lancar aja sih, malahan cuma ragu sama 3 soal lah. Tapi alhamdulillah bisa diatasi.

Dan sekarang... selesai semua perjuangan gue di empat hari ini. Selesai juga masa masa di smp. Dan sekarang tinggal bulak balik luntang lantung disekolahan nunggu kelulusan. kalo ditanya mau masuk sma mana, nah itu suka galau. Tapi keinginan sendiri pengen ke 11, tapi ortu pengennya gue masuk ke 1. Dan sma1 itu deket banget sama sekolah gue. Tinggal jalan beberapa langkah udah sampe digerbang belakangnya. Tapi kalo mikir mikir gimana ya, sma1 udh pasti banyak saingannya apalagi anak anaknya yg dikenal pinter pinter jenius gitudeh.. kalo ke 11 gaterlalu banyak saingan, jadikan ga terlalu stres juga ya. Lagian gue pen nyari suasana baru. Bosen ke sekolah jalannya itu itu lagi. Pen nyari suasana barulah, apalagi sma11 kan dikota dkt alun".

Sempet sedih sih bakal pisah juga sama temen temen. Tapi yaa mau gimana lagi ya, nanti juga sma bakal nemuin temen baru lagi ko.

Sekian dulu deh curhatan gue kali ini. See you guys:*