setelah berjuang untuk lulus ke kelas 3, Axel akhirnya lulus dan mendapatkan kelas baru. kelas yang berbeda dnegan kelas 8 lalu. membuatnya kesal karena harus mengenal lagi orang-orang baru dikelasnya. yang ia kenal dikelas hanya sedikit. cuma ada 4 orang, itupun 2 orang anak cewek dan 2 anak cowok. hanya itu yang Axel kenal.
tiba-tiba, terlintas dipikirannya tentang Luna. "kelas apa ya Luna?" 1000 pertanyaan muncul diotaknya sekarang. ia semakin penasaran dan akhirnya bangkit dari kursi lalu keluar dari kelas. ia berencana untuk mencari Luna dan ingin tau dimana kelasnya berada. entah kenapa, setelah pertemuan pertamanya dengan Luna dijalan berawal dengan tidak baik, justru membuat Axel selalu teringat dengannya. "apa ini namanya cinta?"
~
Luna sibuk memperhatikan kelas tetangganya, kelas 9.6. kini, ia sudah lost contact dengan gebetannya dulu, adik kelasnya yang sekarang duduk dikelas 8.6. Rizal, adik kelas yang berwajah tampan dan berambut pirang. dikelasnya yang sekarang, Luna merasakan kejengkelan. teman-teman baru yang membuatnya risih, bahkan teman-teman yang sikapnya sangat menyebalkan. kini, ia mengincar anak kelas 9.6 yang bernama Fahmi. ia tak kalah tampannya dengan adik kelasnya dulu. tetapi yang ini berwajah indonesia, kulitnya putih, badannya agak tinggi, dan ciri khasnya memiliki tahi lalat dibawah mata kanannya. sejak pertama melihatnya, Luna jatuh hati dan tidak bisa melupakan wajahnya.
Axel berjalan demi perlahan, dilewatinya anak-anak yang sedang mengobrol dan bersenda gurau, ada yang berkelompok, ada yang dua orang, bahkan lebih. Axel merasa sepi karena teman akrabnya berbeda kelas dengannya. tiba-tiba ia melihat sosok yang sudah ia kenali. ternyata Luna berdiri didepan pintu kelas 9.8, dengan mata yang terus mengarah ke pintu kelas 9.6. tiba-tiba, dari ujung bibir Axel, ia tersenyum. ia lega telah menemukan Luna.
berniat menegurnya, tetapi tidak bisa. ada cowok lain yang sudah menegurnya duluan. itu membuat Axel diam ditempat dan memperhatikan mereka.
cowok itu tak lain Fahmi, ia menyapa Luna yang memang menunggunya daritadi. Luna senang bukan main, wajahnya merah merona, ia tak menyangka Fahmi akan menyapanya. Axel meruncingkan bibirnya, pertanda ia kesal. "siapa cowok itu?" wajahnya baru ia kenali.
dan akhirnya, seseorang menepuk bahu Axel. ternyata Arya. teman sekelasnya dulu dan sangat akrab dengan Axel.
"lagi ngapain disini bro?" tanya Arya sambil merangkul Axel. Axel hanya diam dan matanya matanya masih tertuju kearah Luna.
"ikut gue kekantin yuk? ayo ah" Arya menuntun Axel pergi darisitu. mau tak mau ia ikut dengan sohibnya, yang sudah lama tidak bertemu.
~
"Luna?" bisik Axel dalam hati. ia melihat Luna disebrang sana. ia berniat untuk menghampirinya.
"Luna?" kini suara Axel terdengar jelas di telinga Luna. ia membalikan badannya dan ternyata.. Axel. cowok yang dulu pernah mengisi relung hatinya, tetapi, menurut Luna, Axel hanyalah teman dekatnya saja.
"Axel?" akhirnya mereka berdua bertemu. setelah lama tidak bertemu karena libur sebulan, kini mereka dipertemukan lagi.
"Hei.." sapa Luna sambil tersenyum. Axel terpana melihat senyum manisnya.
"Eh-Ya. apa kabar nih?"
"Baik kok. kamu sendiri gimana?"
"Ba--baik. bagus deh kalo gitu." tiba-tiba Axel teringat kembali tentang pertemuan pertamanya dengan Luna, waktu itu ia tak sengaja menabrak Luna hingga terjatuh.
"kelas apa?"
"kelas 9.2"
"9.2? tapi aku kok gak pernah liat kamu?"
"mungkin karena aku jarang keluar.."
Tiba-tiba, Luna menarik lengan Axel dan membawa Axel ke sebelah Luna. lalu Luna sedikit jalan kepojok seperti orang yang bersembunyi.
"Xel, liat tuh cowok itu!"
Axel kaget dan melamun, ia hanya memandangi sisi samping Luna. sungguh cantik sekali.
"Yeee, malah bengong, liat tuh cowok yang itu! yang lagi jalan itu!" ucap Luna sambil menunjuk ke arah Fahmi.
Axel mengerenyitkan dahi, "mau ngapain Luna nunjukin cowok itu ke aku?" bisiknya dalam hati.
"kenapa emangnya?"
"gak kenapa-napa sih. tapi, dia cowok yang kali ini aku sukain. ternyata orangnya baiiiiiikkkk banget! ramah, terusss.... senyumannyaaaaa killerr...."
seketika Axel merasa dadanya sesak. hatinya langsung hancur berkeping-keping mendengarnya.
"kamu suka sama dia?" tanya Axel untuk memastikan.
"iyaaaaaaaa"
"jadi, selama ini apa?"
No comments:
Post a Comment