Hari ini tepatnya hari pindahan Kevin. Ia sudah membereskan barang-barangnya yang agak sedikit. Sebagian barangnya dititipkan ke apartemen mamanya.
"Fyuhhh.. capeknyaaa" Kevin merebahkan tubuhnya kekasur, peluhnya menetes deras, karena banyak mengangkat barang yang cukup berat. Tapi semuanya sudah beres.
Kevin menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba terlintas dipikirian Kevin tentang sosok gadis penolong Acha.
Kevin sangat tertarik dan jatuh cinta pada pandangan pertama dilift itu. Ia menyesal lupa menanyakan namanya dan unit apartemennya.
"Hffft.. siapa ya cewek itu.. hmmm.." Kevin sibuk memikirkan sang gadis. Tiba-tiba handphonenya berdering. Pertanda ada telepon masuk. Dengan malas Kevin mengangkatnya.
"Ya halo ma" sapa Kevin.
"Gimana tinggal di apartemennya? Seru kan?" Tanya mama Kevin
"Ma. Aku aja disini baru 4 jam. Ya, seru sih. Gak kayak dirumah.." jawab Kevin datar.
"Oh iya Kevin. Karena hari ini hari Minggu. Tolong ya kamu ke apartemen mama. Mama mau masak buat makan malam nanti. Jadi, tolong jagain Acha."
"Pffftttt.. gak ah ma. Kevin capek. Kevin 2 jam beres-beres pindahan nih. Tau ah Kevin mautidur capek" ujar Kevin ssambil mematikan telponnya. Kevin melempar hp-nya kekasur. Sungguh melelahkan.
Kali ini memang aneh. Kevin tidak bisa tidur, walau sudah memejamkan mata tapi tetap saja tidak bisa tidur. Kevin frustasi. Dengan kesal ia memutuskan untuk ke apartemen mamanya yang berada dilantai 3.
Seperti biasa ia turun dengan menggunakan lift.
Wajah Kevin terlihat kusam, lusuh dan lemas. Ia sedang tidak bersemangat
Pintu lift terbuka. Si Gadis pujaan hati Kevin ternyata ada didalamnya. Mereka berdua menatap satu sama lain. Cukup lama, Kevin langsung melangkahkan kaki masuk ke lift. Gadis itu terlihat cantik setelah mengikat rambutnya. Kevin sangat suka dengan cewek yang mengikat rambutnya.
Kevin serasa diberi semangat lagi, wajah lusuhnya hilang, kini senyum Kevin mengembang.
"Eh, hai." Sapa Kevin kikuk. Hanya ada mereka berdua didalam lift itu. Membuat Kevin tidak susah untuk mengajak berkenalan dengan sang gadis.
Gadis itu melirik Kevin manis, matanya coklat tua, kulitnya putih, bulu matanya lentik sekali. Gadis ini memang indah dipandang.
"Eh. Hai juga." Balasnya tersenyum.
Kevin menggaruk-garuk kepalanya, ia salah tingkah. Bahkan ia lupa akan menanyakan apa.
"Kevin" Kevin menjulurkan tangan dan menyebut namanya. Gadis itu meraih tangan Kevin dan menatapnya serius.
"Clara" gadis itu bernama Clara.
Senyum Kevin mengembang. Sekarang ia sudah tahu nama gadis itu.
Lift berhenti dilantai 3. Saatnya Kevin harus turun dari Lift.
Kevin mendesah, "yaampun. Ini kenapa sih lift gak dukung gue banget. Lagi asyik-asyikan berdua sama Clara juga ah" Kevin membatin. Dengan cepat ia turun dan pamit pada Clara. Clara mengangguk dan tersenyum.
Pintu Lift tertutup. Kevin mematung didepan pintu Lift. Ia masih membayangkan Clara. Ia pun lupa menanyakan dilantai berapa Clara tinggal. Mungkin mereka akan bertemu lagi.
Hanya waktu yang bisa mempertemukan mereka. Dua insan yang sedang mencari tambatan hati..
Continued-
No comments:
Post a Comment