Saturday, April 19, 2014

Penyesalan tiada akhir~

"Halo ma? Ini Selly. Selly besok pulang ya ma, kangen sama rumah, mama, sama Shilla." Ucap Selly diseberang sana. Ia sedang menelpon mamanya, mamanya yang jauh darinya.
"Ya. Selly. Cepat pulang ya" balas mama singkat ditelpon. Entah kenapa suara mama agak aneh dari biasanya. Ah mungkin karena sinyal.
"Oke ma. Selly tutup dulu ya ma. Assalamualaikum" pamit Selly ditelpon, mama tidak menjawab, ia malah menutup telpon lebih dulu dari Selly. Selly sangat merindukan mama. Mamanya yang sudah ia tinggal selama 2 tahun. Sejak lulus SMA, Selly memutuskan untuk menuruti keinginan almarhum papanya untuk kuliah di Amerika. Dan dengan terpaksa ia harus meninggalkan mama dan seorang adik perempuannya yang bernama Shilla.

***

Hati Selly kini tidak tenang, padahal ia sudah tiba di bandara. Hatinya bergemuruh tidak menentu, lebih tepatnya lagi Selly merasakan firasat buruk, entah untuk siapa.

"Halo shil? Mama hpnya kenapa gak aktif? Kakak bentar lagi mau naik pesawat. Sampain ke mama ya" dengan mengurangi rasa paniknya, Selly memutuskan untuk menelpon adiknya, karena hp mama tidak aktif.
"Hati-hati kak. Cepet pulang, mama kangen banget kak. Udah dulu ya" Shilla kini ingin buru-buru mengakhiri telpon. Aneh, ada apa ini? Kenapa Shilla dan mama tidak mau ku ajak mengobrol. Batin Selly.

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Selly kini sudah menaiki pesawat, dengan aman. Tapi, hatinya masih tidak tenang. Kenapa saat aku pulang aku jadi gak tenang? Ada apa? Apa akan ada sesuatu yang terjadi? Oh Tuhan, lindungilah keluargaku. Umpat Selly dalam hati. Ia berusaha untuk menenangkan dirinya.

***

"Kok hp mama sama Shilla gak aktif ya. Padahal aku udah sampe nih. Gimana sih, gak jelas gini." Kali ini Selly agak kesal, karena 2 orang yang akan ia temui tidak jelas keberadaan dan kabarnya. Selly semakin cemas, entah kenapa ia jadi keringat dingin. Oh Tuhan? Apa yang akan terjadi?

"Selamat siang pemirsa, disini saya sudah ada dilokasi kecelakaan. Kecelakaan mobil menerobos rel kereta api. mobil korban hancur dan tidak berbentuk lagi, seisi mobil pun tewas. Jenazah akan dibawa kerumah sakit, karena kondisinya cukup parah dan korban sempat terpental jauh ke jalan." Ucap reporter ditv. Ia menjelaskan ada mobil ditabrak kereta api. Sungguh tragis.

Tiba-tiba, handphone Selly bergetar, ada telepon masuk tapi tidak dikenal. Selly langsung membukanya.
"Halo, dengan saudari Selly? Ini dari kepolisian. Diberitahukan kalau Ibu Anita dan saudari Shilla Rusmawan meninggal dunia karena tertabrak kereta api. Jenazah sudah ddirumah sakit, tolong keluarga diberitahu. Terimakasih"  DARR!
Hati Selly hancur berkeping-keping. Dadanya sesak sekali,  air matanya mengalir deras, bibirnya bergetar. Ia kehabisan kata, apa yang harus ia lakukan? Setelah meninggalkan mama dan Shilla, kini mereka yang meninggalkan Selly.  Meninggalkan Selly selamanya. Selly jatuh terduduk. Kepalanya pusing, ia ingin mati saja. Papa sudah pergi, dan sekarang Mama dan Shilla juga pergi. Lalu apa artinya kalau aku hidup? Ya Tuhan? Kenapa kau menjemput keluargaku cepat sekali. Aku belum bertemu mereka selama 2 tahun lamanya. Ya Tuhan bantu aku...


No comments:

Post a Comment