Saturday, April 12, 2014

Crush

Aku melihatnya diujung, mataku tak dapat berhenti melihatnya, ya, melihat sosok yang sangat ku kagumi, sosok yang misterius juga, bahkan sosok yang membuatku jatuh cinta sebegini sakitnya. Jatuh cinta itu sakit, karena 'jatuh'. Hatiku memang dibuat 'jatuh' olehnya, sampai sekarang, aku masih jatuh dihatinya, tidak dapat bangun dari hatinya, cukup sulit jika aku memaksa hatiku harus bangun, bangun untuk melihat keadaan kalau dia jatuh hati juga padaku, atau tidak.

Terakhir,  aku melihat ia tertawa kepadaku, aku dibuat malu olehnya, tapi entah kenapa,  tawa dan senyumnya hilang saat aku berulangkali menghubunginya, memintanya untuk seperti dulu lagi, seperti saat aku dan kamu pertama kali bertemu, dan disaat itu pula senyum dibibirku menghilang. Rasa ini cukup sulit, kamu tidak akan mengerti bagaimana rasa ini. Cukup aku yang memendamnya, cukup aku yang merasakan sakit dilupakan olehmu.

Jika kamu kembali dan bertanya "apakah kamu masih mencintaiku?" Aku akan menjawabnya, "aku masih mencintaimu, masih seperti dulu, masih disaat aku dan kamu bertemu,  dan rasa itu masih ada"


****



please do not be copied.

No comments:

Post a Comment