Wednesday, December 16, 2015

Tugas, tugas, dan tugas.
Lagi-lagi Kyra harus bersama patung kutub selatan itu lagi.
Jadwal minggu ini padat sekali, Kyra hampir tidak bisa bernafas karena tugas individu maupun kelompok selalu menghampirinya. Terlebih lagi tugas kelompoknya bersama Arul. Ya, si lelaki menyebalkan itu.

Sore ini dipakai untuk kerja kelompok. Ada 3 tugas yang harus mereka selesaikan. sebenarnya untuk minggu depan, tetapi Kyra bukan tipe anak yang suka mengulur waktu dan menumpuk tugas. Jadi ia terpaksa harus bersama Arul seharian ini.

"Lo gak bawa motor?" Tanya Kyra dengan nada suara yang agak kaget begitu melihat Arul berjalan melewati parkiran.
Arul berhenti, lalu menoleh "enggak."
"hah? Gak bawa motor?!" Kyra melotot.
Arul mengangguk pelan. "Motor gue hari ini jadwal servis rutin."
"Ya terus, ke rumah gue gimana? Jalan kaki?!" Tanyanya kesal karena Arul gak bawa motor.
"ya kelihatannya begimana?"
dahi Kyra berkerut rapat dan bibirnya manyun. Sepulang sekolah tadi ia pikir akan pulang diantar naik motor, tapi kenyataan berkehendak lain.
"Ah! Kalo gini sih jalan kaki lah!" keluhnya.
Tanpa banyak bicara gadis jutek itu langsung berjalan keluar gerbang, Arul menggelengkan kepalanya lalu mengikutinya keluar.

Rumah Kyra sebenarnya tidak jauh dari sekolah. Hanya kalau dengan jalan kaki mereka harus naik angkot dulu. Lalu berhenti didepan jalan cendrawasih. Setelah itu mereka menyusuri jalan cendrawasih sampai ke rumah Kyra.
Tetapi, kalau naik motor lebih cepat lagi, tidak usah naik turun angkot terus jalan kaki untuk sampai rumah Kyra.

"Lagian rumah lo kan gak jauh Ky, jalan kaki juga bisa kan." Ucap Arul terdengar seperti menghibur Kyra.
Kyra tetap cemberut seperti biasa. Semenjak sekelompok dengan Arul, Kyra berubah menjadi cewek jutek dan tempramental. Gimana nggak jutek dan tempramental, Toh teman sekelompoknya macam kayak Arul. Siapapun mungkin akan sama kayak Kyra.

Arul akhirnya tutup mulut karena sepertinya menghibur tidak ada gunanya. Kyra malah diam seribu bahasa.

==Kyra==

Rumah gue emang deket sih, tapi kan gue pengennya naik motor! Seharian capek sekolah dan hasilnya jalan kaki. Sama orang kayak dia lagi jalan kakinya. Kenapa gak jalan kaki sama Billy Davidson atau Steffan William gitu? Argh bikin gue bete aja nih orang!

Ah kalo kaya gitu gue diemin aja ah. Siapa tau dia enek sendiri sama gue haha. Emangnya enak ya didiemin? Makanya jadi orang jangan suka kayak gitu!!

==Arul==

Kayaknya nih cewek matre bener dah. gue gak bawa motor aja marahnya minta ampun. Pakek ngediemin gue segala lagi, uh!

Emang lo kira gue bakal kesel?
emang lo kira gue bakal ngehibur lo gitu?
Emang lo kira gus bakal minta maaf bla bla bla ah basi!
Toh gue gak masalah kok jalan kaki. Nih cewek ribet bener mau naik motor.
Cewek emang selalu ribet sih.

***

Setelah lama berjalan menyusuri jalan cendrawasih, Kyra jadi pusing sendiri. Itu pasti gara-gara ia belum makan daritadi siang. Tadi waktu istirahat ia pakai untuk mengerjakan tugas. Saking gak maunya terus-terusan sama Arul, gadis malang ini jadi hawas kalo ada tugas. Kalo dikasih tugas, langsung dikerjain biar cepet selesai.

Arul merasa Kyra jadi aneh. Gadis itu terus-terusan diam semenjak diawal tadi. Arul tahu ia ngambek, tetapi sepanjang perjalanan gadis itu tidak membuka mulutnya. terlebih lagi wajahnya juga memucat dengan sendirinya.

"Ky? Kyra?" Arul menyenggol bahu Kyra. Gadis itu lemah sekali. Sekali senggol langsung terhempas. Aneh.
"Apaan sih?" Ketusnya setelah merasa tubuhnya oleng.
"Lo kenapa?" Tanya Arul penuh selidik, nada suaranya pun terdengar cemas.
Kyra mengerenyit, "gak kenapa-kenapa!"
Arul terdiam. Keheranan. Sepertinya gadis ini sedang tidak dalam kondisi sehat.
"Ky, rumah lo masih jauh gak sih?" Tanya Arul memecah keheningan.
"Bentar lagi juga nyampe. Tuh rumah warna putih nomer 45." Jawabnya sambil menunjuk sebuah rumah diujung sana.
Arul bernafas lega karena sebentar lagi ia akan sampai, ia juga muak dalam suasana mencekam seperti ini. Ditambah Kyra sepertinya menyembunyikan sesuatu darinya.

==Kyra==

Heran bener gue sama nih cowok. Gak peka banget. Apa dia gak liat muka gue pucet gitu? Apa dia gak liat gue lemes gitu? Hih.

Pakek nanya 'lo kenapa?' Lagi! Pertanyaan gak bermutu banget! Udah tau gue kaya gini. Masih aja ditanya!

Eh tapi......
Kok gue jadi tambah pusing ya?
Ah perasaan gue aja kali.

====

Kyra mendengar namanya dipanggil.
Setelah itu semuanya menjadi gelap.

***

No comments:

Post a Comment