Apa kabar kamu kekasih masa laluku?
Apakah masih mengingatku?
Apa masih ada cinta yang dulu bersemi dihatimu?
Apa kau mau kembali padaku?
“pret.” Ucap Bella kesal. Ia tak sengaja membaca artikel
diinternet yang isinya tentang ‘galauan untuk mantan’. Meskipun kesal, tapi
tetap saja ia membacanya sampai bawah.
“sialan. Ih lebay banget sih ni artikel. Eneg gue
bacanya.” Keluh Bella sendiri. Ia merasa tidak tahan dengan tulisan-tulisan galau yang diketik sipenulis blog
tersebut, yang isinya sangat menyentuh hati. bahkan ada perasaan kasihan jika
membacanya. Kasihan kalau si cewek masih berharap kepada mantannya dan
mengemis-ngemis untuk kembali.
“kayaknya nih, ini kisah cintanya si writer kali ya..” gumamnya sendiri sambil meng-scrolldown mouse laptopnya ke bawah.
Lama-lama, ia teringat mantan pacarnya dulu. Sydney Aryansyah.
Adik kelasnya saat ini. Yang hanya berbeda 1 tahun dengannya.
“ih, kenapa gue jadi ke inget dia coba. Arghhh” akhirnya
Bella meng-close artikel tersebut dan mematikan laptopnya. Kali ini matanya
tertuju kepada boneka teddy bear berwarna pirang berukuran besar yang sedang
duduk dikasurnya. Boneka itu pemberian dari mantannya. Yaitu Sydney. Banyak
kenangan terindah saat bersamanya, tapi sayang mereka pun tidak berjalan lama.
Ia teringat waktu mereka merayakan hari jadi mereka yang ke 7 bulan, Sydney
memberinya hadiah boneka teddy bear besar berwarna pirang yang diberi nama Lolly.
Waktu itu semua berjalan indah. Bella ingat sekali.
Jujur saja, Sydney memang mantan terindah bagi Bella.
Diantara 5 mantannya, hanya Sydney lah yang berhasil membuat Bella gagal move
on. Bella juga tidak bisa melupakan Sydney karena Bella masih ada rasa
kepadanya.
Tetapi, sampai sekarang pun Bella merahasiakan
keinginannya untuk kembali pada Sydney. Ia sama sekali tidak menampakan wajah
sedih dan kecewa setelah berpisah dengan Sydney. Padahal, dalam hatinya, ia
sangat sedih dan terpukul. Berat hati untuk melepaskannya, cowok yang berhasil
membuatnya banyak berubah. Yang menghidupkan hari-harinya, yang membuatnya
semangat sekolah dan melakukan sesuatu, yang selalu menemaninya, dan selalu
membuatnya tersenyum. Ia tidak akan pernah melupakan Sydney. Tidak akan pernah.
Bahkan, setiap tanggal Anniversarry mereka, Bella selalu
menulis dinote smartphonenya, “Happy
Anniversarry Failed Ney.” Ia tidak berani mengucapkannya kepada Sydney.
Menurutnya, kenangan indah bersama Sydney tidak akan ia
lupakan sampai kapanpun. Akan ia kenang dalam hati, akan ia ingat saat sendiri.
Biarlah itu menjadi memori dihidupnya. Dan kini, Bella harus jalani hidup
sendiri. Tanpa Sydney. Ya, sendiri. Tanpa siapa pun, tanpa seseorang
disampingnya. Dan sekarang, ia terlihat (tidak terlalu) bahagia.
***
“BELLA!! WOY! BANGUN KEBOO, UDAH JAM BERAPA NIH” Teriak Farel
sambil menggedor pintu kamar Bella. Ini adalah kegiatan rutin setiap pagi yang
dilakukan Farel sebagai seorang kakak. Membangunkan adik perempuannya yang
memiliki selera tidur yang tinggi.
“berisik kampret!” keluh Bella sambil mengucek-ngucek
matanya. Ia sangat benci dibangunkan dengan cara kasar seperti itu, maklum
saja, memiliki kakak laki-laki memang suka menunjukan kasih sayang dengan
kasar.
Bella mulai melangkahkan kakinya dan menuju kamar mandi.
Setelah mandi, ia merias wajahnya dan tak lupa memakai tas ranselnya yang
berwarna biru, lalu turun ke bawah untuk sarapan pagi.
“kok tumben sih putri mama bangunnya telat. Semalem tidur
jam berapa?” tanya mama kepada Bella yang baru saja duduk dimeja makan.
Bella mengerenyitkan dahinya, “tidur jam 9 kok ma.” Bella
sedikit berbohong, padahal ia semalam tidur jam 12 karena flashback dengan Sydney.
“bohong tuh” sela Farel sambil memakan nasi gorengnya.
Bella melotot dan melirik tajam kakaknya yang duduk disampingnya.
“apaan sih lo, so tau banget sih!” ketus Bella kesal.
Wajahnya pagi ini sudah cemberut akibat kakaknya.
“semalem lo ngegalauin si Sydney kan?” bisik Farel
ditelinga Bella. Bella yang mendengar itu langsung melotot dan menatap kakaknya
kesal.
“awas kalo lo ngasih tau ke mama. Awas aja ya” Bella
mengancam Farel dengan tatapan tajam. Farel hanya tertawa melihat adiknya yang
belum berhasil melupakan mantannya.
Sarapan pagi ini membuat Bella tidak nafsu makan.
Pagi-pagi saja kakaknya sudah membuatnya kesal.
Biasanya, dipagi hari Sydney mengucapkan selamat pagi
lewat pesan singkat atau bbm, dan sekarang, sudah tidak ada lagi ucapan selamat
pagi yang membuat Bella semangat dalam menjalani harinya. Sudah tidak ada.
“eh Bel.” Panggil Farel setelah adiknya turun dari motor
gedenya. Setiap hari Farel dan Bella selalu berangkat bersama.
“apa?” jawab Bella dengan wajah murung. Tidak ada mood
bagus diwajahnya.
“selamat pagi yaa, semangat sekolahnya, jangan galau terus
ah.” Ucap Farel sambil tersenyum menggoda.
Akhirnya, Bella tersenyum juga, ucapan kakaknya tadi
mengubah sedikit moodnya yang hancur dipagi hari.
“dan inget, cowok tuh bukan si Sydney aja. Lo gak boleh
terus ngegalauin dia, gak penting. Inget tuh. Gue berangkat ya.” Setelah
mengatakan itu, Farel langsung memajukan motor gedenya dan pergi meninggalkan
Bella didepan gerbang sekolah.
Bella menarik napas dalam-dalam dan membuangnya. Lalu
berjalan menuju kelasnya.
Disekolah, Bella adalah murid yang ‘famous’, hampir semua anak disekolah yang mengenalnya. Tentu saja,
Bella memiliki wajah yang cantik, ia memiliki alis yang tebal, hidung yang
mancung yang mirip sekali dengan mamanya, kulit yang putih dan bibir yang merah
merona alami. Siapapun pasti suka melihatnya, apalagi ia memiliki postur tubuh
yang tinggi dan membuat banyak cowok disekolahnya menjadikan Bella sebagai tipe
cewek yang mereka sukai. Sampai sekarang pun Bella masih tak mengerti kenapa
Sydney memutuskannya. Secara, Bella sudah sempurna. Apa yang membuat Sydney pergi?
Entahlah.
Dikelas, hampir semua anak cowok dikelasnya menyukai
Bella. Tetapi, semuanya Bella tolak dan lebih menerima mereka sebagai teman
saja, tidak lebih. Dikelas, Bella juga termasuk murid yang pintar. Ketika
pembagian rapot namanya selalu ada diurutan peringkat 3 besar. Ia juga dikenal ramah, tetapi, ia bisa
dibilang jutek. Jika belum mengenal Bella, Bella memang terkesan jutek, karena,
Bella kurang suka orang yang sok akrab dengannya dan salah menilainya. Ia sangat
tidak suka itu.
Tahun ini Bella menjadi senior disekolahnya,ia juga berpartisipasi
dalam mengospek siswa-siswa baru yang masuk ke sekolahnya. Tidak heran, jika
namanya cukup luas dikenal oleh junior-juniornya.
Kelas Bella berada dibawah. Itu yang membuat Bella sedikit
senang karena bisa melihat Sydney dari kelasnya. Secara, kelas Sydney diatas,
jadi, ia bisa melihat Sydney dari kelasnya melalui jendela. Sampai sekarang, ia
masih suka melihat Sydney dijendela kelasnya. Kegiatan itu masih terus
dilakukan, sampai ia benar-benar lupa pada Sydney.
Sebentar lagi Bella sampai ke kelasnya, tinggal melewati 4
kelas lagi. Ia harus melewati lapangan dan berjalan dipinggir lapangan, dan
tiba-tiba, dari belakang ada kaleng minuman yang ditendang mengenai kaki Bella.
Sontak membuat Bella berhenti dan melihat ke belakang.
“SIAPA YANG NENDANG KALENG MINUMAN KE KAKI GUE?” Teriak
Bella kesal.
“Sorry ka. Ga sengaja.” Ucap cowok itu, Bella terpaku.
Ternyata, yang menendang kaleng minuman ke kakinya adalah.. Sydney. Orang yang
selama ini berada dipikiran Bella.
Bella terdiam, mulutnya seperti dikunci sehingga tidak
bisa mengatakan apapun. Setelah meminta maaf Sydney pun langsung berjalan
menjauhi Bella. Bella masih memperhatikannya sampai Sydney menaiki tangga.
Setelah tak terlihat lagi batang hidungnya, Bella menarik napas dalam-dalam.
“Sydney..........”
***
*flashback on*
“itu kakak kelas namanya siapa sih?” tanya Sydney pada
teman sebangkunya, Naufal.
“yang mana bro?” tanya Naufal bingung.
“tuh yang lagi ngobrol sama 4 temennya, itu tuh yang lagi
ngumpul dipinggir lapangan. Yang rambutnya sebahu, trus yang pake jam tangan
biru,” jelas Sydney.
“ohhhh, itutuh kalo gak salah namanya Ka Bella. Bella
Berliana kalo gak salah sih....” jawab Naufal sambil melirik Sydney.
“kenapa emangnya Ney?” tanya Naufal jahil.
“dia cantik banget sih. Daritadi mata gue seger ngeliatin
dia. Tapi, bisa gak ya gue ngedeketin dia?” tanya Sydney pada dirinya sendiri.
Naufal tertawa dan mendorong bahu Sydney.
“ah mana mungkin lo bisa ngedapetin dia. Inget, yang
cantik kayak dia tuh banyak saingannya tau!”
Sydney tersenyum, “seandainya
kalo gue jadi pacar dia, bakal gimana ya?” umpat Sydney dalam hati.
*flashback off*
***
“Mi, gue kangen Sydney Mi..” keluh Bella sambil
menyenderkan kepalanya kebahu Naomi sahabatnya.
“ah elo Bel, cowok kaya gitu lo kangenin. Gak pantes ah.”
Jawab Naomi sambil mengerenyitkan dahinya.
“tadi pagi gue ketemu dia. Kangen deh ngobrol sama dia Mi.
Kangen gila-gilaan bareng dia. Pokoknya, kangen setengah mati tau gak” ucap Bella menatap Naomi yang sibuk membaca
novelnya.
“ah elo, coba sekarang lo mikir deh. Apa doi juga
ngangenin lo?” Tanya Naomi cuek.
“mungkin.... eh gak tau deng” jawab Bella sedih.
“makanya, mending lo sama ka David..” gumam Naomi santai.
Seketika Bella melotot.
“eh, gue sama ka David gak mungkin jadian, inget tuh!”
sela Bella ketus. Ia tidak terima dengan perkataan Naomi.
“ah, suatu saat lo pasti muak sama si Sydney. Udahlah Bel,
coba lo move on dari dia. Dia aja udah cuek bebek ke elo, masa lo mau sih
terus-terusan ngarepin dia?”
Naomi memegang wajah Bella dengan kedua tangannya, “inget
Bel, lo itu bukan cewek sembarangan, lo itu cantik, pinter, mana ada sih yang
gak suka sama loo? Segitu banyak cowok yang nembak lo, lo tolak semua cuma
gara-gara Sydney? Kelewatan tau gak sih lo”
Bella terdiam. Omongan Naomi sangat menyerap diotaknya, “bener juga kata Naomi, banyak yang suka sama
gue, tapi kenapa gue malah ngarepin si Sydney, kenapa gue gak cari yang lain”
seketika pikiran itu melayang-layang dibenak Bella.
Setelah lama duduk ditaman, Bella dan Naomi memutuskan
untuk istirahat dikantin. Diperjalanan
menuju kantin, Bella melewati sekumpulan juniornya yang sedang sibuk
membicarakan sesuatu.
“eh lo tau gak? Katanya sih, si Dara anak kelas sebelah,
lagi pdkt sama ka Sydney. Gila gak tuh?” ucap salah satu dari mereka.
“hah? Dara? Sama ka Sydney?”
“Ka Sydney itukan mantannya ka Bella bukan sih?”
Ternyata, samar-samar obrolan mereka terdengar ke telinga
Bella. Bella yang geram langsung mendatangi mereka.
“apa tadi lo bilang? Sydney lagi deket sama Dara?” teriak
Bella tiba-tiba mendatangi mereka. Sontak mereka langsung kaget dan langsung
merasa tak enak hati.
“lo tadi bilang apa? Gue gak salah denger kan?” tanya
Bella sekali lagi sambil memegang bahu juniornya.
“i..iya ka..” ia menjawab dengan berat hati. seketika
Bella menjadi down.
“emangnya kaka gak tau ya?” tanya salah satu dari mereka.
“ng—nggak. Dara kelas mana nih? Gue gak tau?” tanya Bella
penasaran.
“itu ka. Dara kelas L” jawab salah satu dari mereka.
“sialan” umpat
Bella dalam hati. “eh, btw thanks ya infonya” ucap Bella tersenyum.
***
“gue bilang apa coba.” Ucap Naomi santai.
“tega banget sih dia Mi, dia udah moveon dari gue dan dia
lagi pdkt sama adik kelas itu duh, sakittttt bangett Mi” lirih Bella.
“ah lo ngapain nangis coba? Udahlah lupain aja. Lupain si
Sydney brengsek itu. Oke? Sekarang lo harus janji sama gue, lo harus move on
dari si Sydney!”
“gak segampang itu Mi. Lo kira gampang apa” Bella menangis
tersedu-sedu.
“ya gampangin lah! Sumpah deh lo itu lebay banget, ngapain
coba lo nangisin cowok kaya dia, denger ya Bel, ngapain lo nangisin si Sydney
sedangkan dia sendiri udah bahagia sama orang lain. Buat apa Bel?” ucap Naomi
sambil menyeka air mata Bella.
“sakit Mi.. terlalu sakit.. Mi, lo tau kan, gue deket sama
Sydney itu susah payah tau gak, lama pula, dan lo tau kan gue pacaran sama
Sydney udah berapa lama? SETAHUN MI SETAHUN!” lirih Bella.
“maka dari itu Bel, lo harus ngelupain itu semua. Ngerti?
Buat apa lo nginget itu semua sedangkan Sydney udah gak peduli sama lo?
Seharusnya lo benci sama dia! Karena dia udah habis-habisan nyakitin lo! Buat
apa lo terus mikirin dia dan ngarepin dia? Inget aja Bel, kalo emang Sydney
jodoh yang baik buat lo, dia gak akan ninggalin lo. Ngerti? Sekarang lo pikirin
kata-kata gue yang tadi. Mungkin Tuhan udah merencanakan hal yang baik buat lo,
dan Sydney bukan jodoh yang baik buat lo jadi sekarang, lo tau kan harus
gimana?”
Akhirnya, Bella menyeka air matanya sendiri. Dan berhenti
menangis. Pipinya yang mulus harus dibasahi dengan air mata.
“gue kecewa sama lo
Ney. Gue bener-bener nyesel kenal sama lo.”
*Flashback On*
“lo mau mesen apa Nom?”
“pesenin gue Jus Alpukat dong, Bel.”
“oke.”
Kebetulan, suasana kantin tidak terlalu ramai, karena, jam
Istirahat sudah lewat, jadi sebagian anak sudah masuk ke kelasnya.
“Bi, pesen Jus Alpukatnya satu, trus jus buah naganya satu
ya” ucap Bella memesan Jus buah kepada Bibi Kantin.
“Bi pesen jus buah naga merah satu ya” ucap seseorang
disebelah Bella. Bella melirik ke kekiri, ternyata ia adalah juniornya. Yang katanya sih junior paling ganteng waktu
itu. Namanya Sydney Aryansyah. Adik kelas Bella yang beda satu tahun dengannya.
Gosip ia adalah junior paling ganteng disekolah memang benar adanya, banyak
senior yang berusaha meminta nomor hpnya dan memintanya untuk menjadi pacarnya.
Tetapi, sampai sekarang pun, belum ada fakta kalau ia sudah memiliki pacar.
Melihat Sydney, Bella biasa saja, cowok dengan tinggi yang
melebihi tinggi Bella, memiliki hidung mancung, kulitnya yang putih, gayanya
yang cool, memakai jam tangan hitam dan gelang berwarna biru ditangan kirinya,
lalu rambutnya yang dibiarkan terkena angin, cowok ini memang enak dipandang.
Tak lama Bella memperhatikannya dari dekat, akhirnya yang diperhatikan pun
melirik Bella.
Ia tersenyum manis. Bella pun membalasnya dengan senyuman
manisnya juga. Mereka saling melempar senyum. Entah kenapa hati Bella terasa
sejuk setelah melihat senyum juniornya ini.
Akhirnya, Jus pesanan Bella sudah selesai. “ini Jus buah
naga merahnya, jus mangganya nyusul bentar ya” ucap bibi kantin.
Waktu itu matahari sedang terik-teriknya dan Bella
langsung meminumnya. Melihat itu, Sydney semakin terpaku.
“suka jus buah naga merah juga ka?” tanyanya sambil
tersenyum.
“ah, bangett” jawab Bella tertawa kecil.
“wih, sama dong ka” kata Sydney tersenyum menggoda.
“hehehe..” Bella menyikapinya dengan biasa.
“oh iya ka, nama kakak, ka Bella kan?” tanya Sydney
malu-malu.
Bella berhenti meminum Jusnya, “iyaa, kok tau sih?”
“yah, siapa yang gak tau kaka kali, masa senior secantik
kakak aku gak tau.” Kata Sydney tersenyum menggoda.
Bella tersipu malu, “ah dasar, bisa aja kamu haha”
“oh iya ka, kaka tau gak siapa aku?”
“hmm, kamu yang namanya Sydney itu kan?”
“nah itu tau..”
“gimana aku gak tau, banyak yang ngomongin kamu kok. Hehe”
“oh ya? Btw, seneng banget deh ketemu sama kaka” kata
Sydney malu-malu.
“haha, kamu bisa aja sih de..” Bella tersipu malu.
“sumpah,
ini cewek cantik banget sih. Senyumnya bikin gue mau pingsan” batin
Sydney.
*flashback off*
***
“Malem Minggu. Baru inget ini hari Sabtu, dan sekarang
malem malem Minggu. Sial” ucap Bella sambil menatap layar handphonenya. Ia
membuka semua akun sosmednya, lalu tiba-tiba ia membantingnya kekasur. Semuanya
sepi seperti kuburan.
“ah shitttttt. Kenapa sih hidup gue kayak gini. Hffftt”
keluh Bella membanting tubuhnya ke kasur. Lalu menutup wajahnya.
Tok
tok tok Farel mengetuk pintu kamar Bella. Bella membuka wajahnya
dan bangkit dari kasur. Dibukakannya pintu kamar untuk kakaknya.
“apa?”
“malem minggu kemana?” goda Farel sambil tertawa.
“sialan lo ka, masih sempet-sempetnya lo ngomong kaya
gini? Ihhhhhh” Bella kesal dan akhirnya memukuli Farel dengan bantal.
“noh rasain tuh, dasar kakak gak tau dirii..”
“ampun, ampun Bel ah sakit nih”
“makanya, lo tuh bisa diem gak sih? Gue tau gue jones ya
tapi lo gak usah kaya gitu dong. Gue tau kok ini malem minggu makanya gue
nyumput dikamar.” Ucap Bella kesal.
“kasian banget sih adik gue yang ini, mau gue panggilin
David biar ngajakin lo jalan?”
“APA LO BILANG?” teriak Bella.
“AMPUN NYONYA AMPUNN” Farel melarikan diri ke kamarnya dan
membanting pintu kamarnya. Bella yang hendak memukulnya dengan bantal menjadi
kesal dan memukuli pintu kamar kakaknya.
“awas lo ya kalo keluar, liat aja nanti!” teriak Bella
didepan pintu kamar Farel.
Mama yang mendengar suara ribut diatas, langsung menaiki
anak tangga dirumahnya.
“Bella, ada apa sih?” tanya mama sambil melihat anak
perempuannya sedang naik pitam sambil memegangi bantalnya.
“ng—gak mah. Itu tadi si Farel isengin Bella.” Ucapnya
dengan wajah cemberut. Mama tertawa. Hal ini memang sudah setiap hari terjadi,
Bella dan Farel tidak pernah tidak bertengkar dalam sehari.
“emangnya kedengeran ya suara Bella?” tanya Bella dengan
wajah konyol.
“yaiyalah. Makanya mama sampe naik ke atas. Volume suara
kamu kecilin dikit. Nanti dikira tetangga ada apa..” ucap mama santai.
“maaf ya ma, hehe..”
“oh iya, mau ikut keluar gak? Mama sama papa mau pergi
jalan-jalan bentar.” Ajak mama sambil melambaikan tangannya dari bawah. Bella
menggeleng.
“nggak ah ma. Mending Bella dirumah aja, Bella ada PR. Kan
mama sama papa bisa kaya muda lagi deh hehehe” Bella sedikit berbohong kepada
mamanya, ia tidak mau keluar karena ini malam minggu dan moodnya sedang hancur
berantakan.
“yaudah deh. Jaga rumah baik-baik bilangin sama Farel.”
Kata Mama sambil menuruni anak tangga.
“iya ma.” Gumam Bella sambil bernafas lega. Bella yang
tadi terdiam didepan pintu kamar Farel kini memasuki kamarnya kembali. Ia
membuka laptopnya dan mulai membuka akun twitternya.
Malem minggu ya? Gue baru inget haha.
Tweet tersebut baru dipost 1 menit yang lalu. Bella
langsung mengunjungi profil orang tersebut. Lalu membaca satu-persatu tweetnya
dengan serius.
Kepada kamu, genggam tanganku, kita lewati semuanya
bersama. Sampai akhir.
Bella memperbesar pandangannya dengan mata yang melotot,
lalu membaca tweet itu dengan pelan. Lalu ia terdiam dan berpikir sebentar,
tweet ini memang sangat misterius. Ia menerka-nerka apa yang ada dipikiran
orang itu sekarang.
“buat siapa?” tanya Bella pada dirinya sendiri. Ternyata,
ia sedang mengunjungi profil twitter Sydney. Ia membaca satu-persatu tweetnya,
lalu memikirkannya, ia hanya ingin tau apa yang ada dibenak Sydney saat itu.
Belakangan ini jadwal padat banget, pulang sekolah latihan
futsal. Latihan sampe sore, cape banget, biasanya ada yang nemenin sampe gue
pulang, eh gakdeng haha.
DUARR!
“apa?” ucap Bella pelan. Ia tak percaya membaca tweet itu.
Untuk siapa tweet itu ditujukan? Buat Bella kah?
Kenyatannya memang benar, saat Bella masih bersama Sydney,
Bella memang sering menemani Sydney latihan futsal sampai selesai. Bella duduk
dibangku penonton sambil menyemangati pacarnya itu. Sydney pun semakin
bersemangat dan tidak pernah merasa capek jika Bella menemaninya. Tapi, setelah
sebulan mereka putus, tidak ada yang menemani Sydney lagi. Apa mungkin tweet
itu ditujukan padanya?
Apa mungkin Sydney merindukan Bella? Merindukan sosoknya,
dan ingin kembali padanya?
“apa lo kangen sama
gue Ney?”
***
*flashback on*
“Hai cantik.” Sapa Sydney kepada seorang gadis yang sedang
duduk sendiri dibangku taman sekolah.
“eh, haiiiiii,” gadis itu menoleh dan melontarkan senyum
kepada Sydney. Wajahnya yang putih mulus menjadi merah merona ketika Sydney menyapanya.
“maaf ya udah nunggu lama. Tadi gurunya lemot banget deh
neranginnya hehe.” Sydney duduk
disebelah gadis itu sambil meminta maaf karena sudah membuatnya menunggu.
“ah nggak papa, kalem aja kok. Oh iya, ini buat kamu”
gadis itu tersenyum dan memberikan kotak makanan kepada Sydney. Kotak makanan
itu berwarna biru dan terlihat sangat penuh.
Sydney menerima kotak makanan itu, lalu membukanya.
Ternyata, sang gadis telah memasak makanan kesukaannya. Sydney kaget sekaligus
senang.
Ternyata, gadis itu telah menyiapkan makanan bekal untuk
Sydney, nasi goreng yang dihias dan ditata sedemikian rupa sampai berbentuk
wajah orang yang tersenyum dan bentuk cinta.
“aahh, makasih banget Bellakuu” ucap Sydney sambil
mengacak-ngacak rambut gadis disebelahnya yang bernama Bella.
“sama-sama, semoga rasanya enak, dan kamu suka” katanya
sambil malu-malu. Akhirnya Sydney mencoba sesuap nasi goreng itu, dan ternyata
ia sangat menyukai rasanya. Masakan itu mirip dengan nasi goreng buatan
mamanya.
“wih enak banget sih, hampir mirip kaya bikinan mama. Ini
kamu yang bikin?”
“yaiyalah aku yang bikin. Emangnya siapa, ada-ada aja deh”
ketus Bella sambil melirik Sydney.
“iya maaf deh maaf. Aku kira mama kamu yang bikin haha”
goda Sydney sambil melahap nasi gorengnya.
“gila aja sih, masa ya buat pacar sendiri minta bikin
mama. Hello, gak etis banget lah yaaaa” kata Bella sambil memutar bola matanya
dan menggerakan tangannya.
Sydney hanya tertawa.
“eh, btw, masa kamu aja yang makan?” celetuk Bella
tiba-tiba. Sydney tersenyum.
Ia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, ternyata
Sydney membawakan coklat untuk Bella.
“nih, makan deh tuh.”
Bella cemberut manja, “ yah kalo kaya gini sih kamu mau
bikin aku gemuk ya?”
“hehe, nggak kok. Tapi, aku kan mau kaya cowok-cowok yang
dinovel remaja tuh, yang suka bawain coklat buat ceweknya.”
“ah bisa aja sih..” Bella tersenyum dan membuka kemasan
coklat itu.
Akhirnya, mereka berdua tenggelam bersama waktu. Dunia pun
serasa milik berdua, Bella kini merasa, ia tidak pernah menyesal telah mengenal
Sydney. Begitupun Sydney, ia tidak pernah berpikir akan bertemu dengan Bella,
gadis yang selama ini ia cari, gadis yang sesuai dengan keinginannya.
*flashback off*
***
“mantan kakak ipar lo tuh,” bisik Nayla pelan ditelinga
Bella.
Bella melirik Daffa yang baru masuk kelas ditempat lesnya.
Ia berjalan pelan menuju tempat duduknya dibelakang. Bella meliriknya dengan
hati yang deg-degan. Jujur saja, wajah Daffa memang tampan melebihi siapapun,
ia memiliki tubuh yang tinggi, kulit hitam manis, hidung yang mancung, memiliki
selera gaya yang tinggi, dan ia memiliki cirikhas yang digilai anak cewek
disekolah maupun ditempat les, yaitu kumis tipisnya.
Jika dilihat, Daffa mirip dengan Sydney. Tak aneh jika
melihat Sydney mirip dengan Daffa. Secara, mereka adalah saudara. Daffa adalah kakaknya Sydney. Umur mereka
berbeda 1 tahun, dibalik semua itu, Daffa dan Sydney memiliki kepribadian yang
berbeda. Daffa yang dikenal pendiam sedangkan Sydney anak yang aktif. Daffa
tidak terlalu cepat akrab dengan cewek sedangkan Sydney sangat cepat jika
berinteraksi dengan cewek. Mereka juga sama-sama anak yang ‘famous’ disekolah.
Hubungan Bella dan Daffa biasa saja. Seperti halnya teman
satu sekolah dan teman les. Saat Daffa mengetahui Bella adalah pacar Sydney,
Daffa hanya acuh dan tak peduli. ia juga tidak berkomentar apa-apa tentang itu.
Tetapi, setelah mereka putus, Daffa biasa saja, ia bahkan suka memperhatikan
Bella diam-diam. Daffa memang susah ditebak.
“gue penasaran sama
apa yang ditweet Sydney waktu itu, terus, kabar dia gimana ya, apa dia nanyain
gue ke Daffa?” umpat Bella dalam hati.
“Bel,” bisik Nayla pelan sambil menengok ke belakang.
Tepatnya ke arah Daffa.
“apa?”
“Daffa ganteng ya” bisikan Nayla semakin pelan. Tetapi
terdengar jelas ditelinga Bella.
Bella hanya tersenyum, “kata siapa dia gak ganteng? Kalo
didunia ini gaada yang namanya malu, gue pengen mantengin dia sampe satu jam.”
Bisik Bella.
Nayla tertawa kecil, “sayangnya, dia udah punya pacar ya.
Alumni lagi, ah.”
Bella mengangguk, “dapetin dia mah susah Nay, dia sih
dapetnya senior mulu”
Sayangnya, Daffa sudah memiliki pacar. Pacarnya adalah
Savira, alumni sekolah mereka.
***
Kangen, tapi gak tau yang dikangenin ngerasa gak ya....
Tweet Bella yang baru dibuat 1 menit yang lalu. “semoga,
Sydney peka ya” ucapnya pelan. Lalu ia kembali mengestalk twitter Sydney.
Kangen, tapi gak tau kangen ke siapa, hehe.
Ternyata Sydney sedang on ditwitter, ia mengepost tweet
tersebut 1 menit yang lalu. Jaraknya beda tipis dengan tweet Bella yang
ditujukan untuknya. Bella kini berpikir keras, untuk siapakah tweet tersebut?
Untuk Bella kah? Atau untuk cewek baru yang diincar Sydney?
Semalem insom kambuh, biasanya sih ada yang nemenin, tapi
tumben banget semalem ditemenin sama kakak yang nyebelin, jadi berasa punya
kakak gitu jiahaha
Bella berpikir lagi, Sydney suka terkena insomnia. Ia
susah tidur sampai-sampai Bella pun akhirnya begadang untuk menemani Sydney
yang sedang kambuh. Mereka mengobrol via suara dan via sms. Dan jika Bella
sudah tidak kuat karena ngantuknya, Sydney suka menyanyikan lagu untuk
penghantar tidur. Bella sangat menyukai itu. Tapi itu dulu, sewaktu Sydney dan
Bella masih bersama.
Bella semakin yakin, “apa itu buat gue Ney?” tanyanya
sendiri. Entahlah, hanya Sydney dan Tuhan yang tahu itu semua.
Dengan penasaran, Bella membuka handphonenya yang
tergeletak diatas meja. Lalu ia membuka bbmnya dan mencari Sydney didaftar
kontaknya. Disitu status Sydney ‘busy’ dan display picturenya adalah foto dia
sendiri yang difoto dengan gaya candid sambil memainkan hp. Ingin rasanya Bella
chat dengannya, tapi untuk apa?
“buat apa ngbm, kalo ujung-ujungnya gak diread.” Ucapnya
sendiri. Lalu Bella kembali mengunci smartphonenya dan menaruhnya dimeja.
Mau ngchat gak jadi, baru inget sekarang bukan siapa-siapa
lagi hehe.
Sindir Bella ditwitter, “semoga Sydney baca dan peka.
Amin” harapnya.
Dalam hitungan detik, Sydney pun mengepost tweet juga,
yang isinya
Yang sekarang bukan siapa-siapa, tapi dulu pernah kan jadi
siapa-siapa?.
Bella menelan ludah, “apa maksudnya? Cih, gak jelas
dasar.” Tukasnya. Lalu ia balas lagi
Yang bilang aku gak akan pernah ninggalin kamu itu mitos,
belum terbukti adanya kalo dia bener-bener gak mau ninggalin kita.
“Good Job Bella! Semoga si Sydney baca dan renungin,”
Bella tersenyum lirih.
Sialnya, setelah menunggu 1 jam lamanya, Sydney tidak
berkicau lagi ditwitternya. Bella yang daritadi lelah membuka akun twitternya
berkali-kali akhirnya kesal juga. Dan akhirnya Bella memutuskan untuk
menutupnya dan tidur siang. Beruntung kali ini tidak ada PR untuk besok dan
diluar sedang hujan, cuaca seperti ini sangat mendukung untuk lazy time.
***
*flashback on*
Happy Anniversarry 5Month Bellaku, keep longlast and
romantic, jangan marah-marah mulu ya cantik, harus semakin kompak, tambah
sayang sama Sydney, semoga gak banyak masalah ya, harus lebih dewasa juga. Maaf
ya kalo selama lima bulan ini Sydney suka ngajak ribut kadang-kadang, suka
nyubitin pipi Bella sampe merah, suka kaya anak kecil, suka lupaan juga hehe,
maaf juga kalo Sydney suka gak peka sama perasaan Bella, tapi itu semua Sydney
gak sengaja ko, kecuali yang nyubitin pipi kamu itu sengaja;p hehe loveyou
Bell<3<3{}{}:*:*
Pagi itu adalah hari Senin. Tepatnya jam 5.30 Sydney mengirim bbm, dan sms kepada Bella
tentang hari jadi mereka yang ke lima bulan. Bella masih tak berdaya dikasur,
matanya masih terpejam dan tangannya berusaha untuk mengambil handphonenya yang
terletak dimeja. Setelah mengambil hpnya, Bella membuka matanya dan
mengucek-nguceknya, lalu duduk, dan mulai membaca pesan masuk dihapenya.
Setelah membaca itu semua Bella tersenyum dan teriak-teriak dikamar, lalu ia
meloncat-loncat diatas kasur sambil memegangi handphonenya yang masih membuka
sms dari Sydney. Karena terdengar bising, akhirnya Farel menggedor-gedor pintu
kamar Bella dan terjadi sedikit pertengakaran pagi itu. Tapi Bella tidak
peduli, yang penting, hari ini adalah hari jadinya yang ke 5 bulan bersama
Sydney.
*flashback off*
“semalem gue mimpi dikejar Vampir coba,” ucap Naomi saat
mereka sedang berjalan menuju kelas.
“hahaha, gue semalem, mimpi dikejar Sydney,” tambah Bella
sambil tersenyum pahit.
“ah dasar lo, Sydney mulu otak lo.” Tiba-tiba Naomi
menghentikan langkahnya dipinggir lapangan. Lalu menatap sahabatnya yang
wajahnya terlihat (kurang) ceria itu.
“habisnya, Sydney terlalu betah dihati gue. Sampe-sampe
dia keluar pun, gue gak tau kalau dia udah keluar dari hati gue.” Kata Bella
dengan wajah kecewa.
Naomi memegangi wajah sahabatnya itu dengan kedua
tangannya, dan menatapnya lekat-lekat, “lo harus lupain dia dong Bel, gak sudi
gue lo jadi kaya gini cuma gara-gara cowok kaya dia. Lo harus MOVE ON!
Secepatnya harus!”
Bella menatap sahabatnya sedih, sudah tahu mungkin ia
tidak akan bisa melupakan Sydney.
Tiba-tiba, terlihat Sydney sedang berjalan dipinggir
lapangan diseberang sana, ia baru datang memakai jaket baseball warna hitam,
memakai sepatu hitam yang memiliki logo nike disampingnya, dan memakai jam
tangan warna hitam. Wajahnya yang tampan sungguh mempesona dipagi hari. Bella
yang tadinya melihat Naomi kini mengalihkan pandangannya kepada mantan pacarnya
itu. Matanya terus melihat Sydney yang berjalan pelan menuju kelas.
“Bel? Bel? Helloooo!” keluh Naomi sambil melambaikan
tangannya didepan mata Bella. Tapi Bella tetap tidak peduli. dengan sigap Naomi
melihat ke belakang dan mengikuti apa yang Bella lihat. Ternyata Bella sedang
memandangi Sydney yang baru datang.
Naomi menggeleng, “arghh, harus pake cara apalagi sih Bel
biar lo gak ngarepin si Sydney?” Naomi pergi meninggalkan Bella yang masih
terpaku dipinggir lapangan.
“gue gak ngarep kok. Tapi apa salahnya sih gue berharap
Sydney balik ke gue?” jawab Bella sendiri.
***
“Bella.” Umpat Sydney dalam hati. ia baru saja melihat
Bella di pinggir lapangan tadi.
Sydney mulai menaiki anak tangga untuk sampai ke kelasnya.
Ia berjalan sangat pelan. Pertanda mood paginya kini kurang baik.
“Hey bro!” Naufal menepuk pundak Sydney. Sydney kaget dan
tersenyum.
“ah elo, gue kira siapa.”
“lo kira ka Bella ya?” goda Naufal sambil tertawa.
Sydney cemberut, “berisik ah lo”. Lalu kini berjalan cepat
menaiki anak tangga.
“tungguin gue dong Ney! Ah dasar lo ngambek mulu” susul
Naufal dengan wajah cemberut.
Kebetulan, kelas Sydney paling ujung. Jadi, ia sangat lama
untuk menuju kelasnya. Dan Bella dari bawah lapangan masih memperhatikan
langkah Sydney.
“Eh Ney! Ka Bella ngeliatin lo tuh!” ucap Naufal setelah
berhasil menyusul Sydney. Sydney melongo tak percaya, ia akhirnya melihat ke
bawah lapangan. Ternyata, benar. Bella masih menatap Sydney dari jauh. Sydney
semakin mengencangkan lajunya. Ia kini berlari untuk sampai ke dalam kelas.
“ngapain sih Bella
ngeliatin gue sampe segitunya. Apa dia gak cape terus-terusan ngarepin gue?
Jelas-jelas gue udah nyakitin dia. Gue gak mau ngeliat dia nangis lagi. Gue gak
mau, sama sekali gak mau. Apalagi kalau dia nangis gara-gara gue.” Umpat
Sydney dalam hati.
“Sydney nya udah masuk kelas. Hfftt. Sekarang, giliran gue
yang masuk kelas.” Ucap Bella sendiri dan mulai berjalan dari pinggir lapangan
menuju kelas. Naomi pasti sudah menunggu dikelas.
~
“Ney!” panggil Naufal.
“apa?”
“lo kenapa sih putus sama ka Bella?”
“ngapain sih lo nanyain gituan coba?” Sydney cemberut
kesal. Ia paling benci jika ada orang yang mengungkit-ngungkit hubungannya
dengan Bella.
“iya kenapa coba, bukannya lo sama dia baik-baik aja kan?
tapi kenapa putus? Gue kasian sama Ka Bella, kayanya dia masih ngarepin lo deh”
mendengar Naufal berbicara seperti itu, telinga Sydney menjadi panas.
“ceritanya panjang. Dan gak penting.”
“ah lo Ney. Lo tuh jadi cowok gak peka banget ya, masa lo
gak tau sih kalo Ka Bella itu suka ngegalauin lo dikelas, ditwitter juga suka
ngegalauin lo, sumpah deh.”
“ah lama-lama lo nyebelin juga ya. Kuping gue panas
ngedengernya.” Ketus Sydney kesal.
Sebenarnya, ia tahu kalau Bella masih mengharapnya,
tetapi, Sydney ingin berusaha untuk melupakan Bella, iapun juga akan membuat
Bella melupakannya.
Ia tidak mau kembali bersama Bella lagi. Menurutnya,
kenangan bersama Bella adalah kenangan terindah dalam hidupnya. Tetapi, ia
lebih memilih untuk melupakan semuanya dibanding menyimpannya.
-Continued
No comments:
Post a Comment