Pelajaran terakhir membuat Kevin ngantuk dan capek. Ia ngantuk, pelajaran bahasa sangat membosankan. Tiba-tiba, terlintas dipikiran Kevin tentang Clara. Ia sedang memikirkan jarak Rockport dan ScreenHigh yang tidak terlalu jauh.
"Atau perlu aku jemput dia?" Batinnya sendiri.
Akhirnya, bel pulang berbunyi. Bu Amy si guru bahasa dan sastra mulai membereskan alat mengajarnya. Begitupun dengan anak muridnya, sibuk memasukkan alat tulis dan buku ketasnya.
"Baiklah. Sampai disini dulu ibu mengajar. Selamat siang" pamit bu Amy pulang. Ia berjalan bak pragawati, memakai blezer warna biru yang menutupi tubuhnya yang langsing, rok jenis clock yang mengikuti lenggak-lenggok tubuhnya, dan tak lengkap jika tanpa sepatu High Heels . Bu Amy memang hobi memakai sepatu hak tinggi karena tinggi badannya yang kurang ideal.
"Aku tahu.." kata Kevin tersenyum sendiri. Lalu dengan cepat ia keluar dari kelas menuju parkiran.
***
-Clara
Setelah menonton pertandingan basket antar kelas disekolah. Clara dan Melody duduk dibangku penonton yang sudah sepi.
"Capek..." keluh Melody sambil menyeka keringatnya. Cuaca tampak panas dan tadi Melody sibuk menjadi pemandu sorak dipertandingan tadi.
"Minum dulu nih.." Clara menyodorkan botol air minum yang masih disegel dari tasnya. Dengan sigap Melody meraihnya dan langsung meneguknya.
"Pulang yuk Mel." Ajak Clara dengan wajah lusuhnya.
"Yuk.." setelah menghabiskan air minum dari Clara, Melody mengikat satu rambutnya yang panjang sepunggung.
Setelah itu, mereka berdua bangkit dan berjalan menuju gerbang.
Di gerbang, banyak anak-anak yang berkumpul. Kelihatannya mereka sedang menonton sesuatu. Tapi menonton apa?
"Ada apaan sih Ra?" Melody mengerenyitkan dahinya. Clara menggeleng.
"Yuk liat Mel."
Melody dan Clara menerobos kerumunan anak ScreenHigh. Dan terlihat digerbang mereka, ada seorang cowok bertubuh tinggi dan tegap, berkulit putih bersih, dan mobilnya yang diparkir didepan gerbang ScreenHigh. Ia memakai kacamata hitam untuk menghindari teriknya matahari. Dan parahnya lagi, ia memakai seragam....
Seragam Rockport International School.
"Dia pikir dia siapa? Berani menginjakan kaki di ScreenHigh?" Ternyata, Oliver si kapten basket ScreenHigh juga kesal melihatnya.
Clara merasa aneh, siapa ya cowok itu?
Tiba-tiba aliran otaknya seperti mengetuk memori diotak Clara.
"KEVIN?"
yang merasa dipanggil menoleh kearah yang memanggil.
Clara malu bukan main. Aliran darahnya terhenti dan rona merah naik ke wajahnya.
Lalu ia berjalan ke arah Kevin.
Kini, semua mata tertuju pada mereka.
"Ke-Kevin? Ngapain ke sini????" Ketus Clara.
Kevin membuka kacamatanya, melirik Clara dengan tatapan menggoda.
"Aku mau jemput kamu." Jawabnya santai.
Clara mengerinyitkan dahi dan hidungnya kembang kempis.
"Pergi!"
"Loh? Kok aku diusir sih?" Tanya Kevin bingung.
"CEPET PERGI!!!!!"
Kevin menggelengkan kepala.
"Ayo masuk!" Kevin membukakan pintu mobilnya untuk Clara.
Clara mematung.
"Ayo cepet! Sebelum makin banyak orang yang nonton kita!!" Bisik Kevin sambil menuntun Clara masuk ke mobilnya. Akhirnya Clara melunak.
Semua anak melongo.
***
"Kamu ngapain sih ke sekolah?" Ketus Clara marah.
"Loh, kan aku mau jemput tetangga aku? Emang salah ya?"
" yaiyalah SALAH! APA KATA ANAK-ANAK SCREENHIGH NANTI?KALO TERNYATA AKU PUNYA TEMEN ANAK ROCKPORT? KAMU TAU KAN? SCREENHIGH SAMA ROCKPORT ITU KAN MUSUHAN!!!! TRUS MAU DITARO DIMANA MUKA AKU? KAMU MESTINYA BILANG DULU DONG!!!!!" teriak Clara hampit menangis. Wajahnya memerah.
"Maaf.." hanya itu yang bisa Kevin ucapkan.
Sejarah, kalau ada anak ScreenHigh atau Rockport berteman dekat, bisa dibilang hina. Entahlah, memang dariduku sudah begitu. Bahkan, ada yang dibully habis-habisan karena itu.
"Mana tadi aku ninggalin Melody sendirian lagi
.. arghhhh! Aku benci sama kamu!!!! Ihhhhhh" Clara memukuli Kevin yang sedang menyetir.
"Oke aku minta maaf! Tapi plis jangan berantem sekarang!! Kamu liat kan aku lagi ngapain?"
"Aku gak peduli.. apa kata anak-anak nanti.."
-Continued
No comments:
Post a Comment