"Luna, anter yuk ke kantin?" Ajak Sinta mendatangi mejaku.
"Hayu!" Ucapku bangkit dari bangku, lalu berjalan dibelakang tubuh Sinta yang lebih tinggi dari aku.
Kebetulan suasana kantin sepi, karena jam segini bukan waktunya istirahat, tapi karna dikelas gak ada guru, jajan pun jadi~
Setelah nganterin Sinta jajan, aku dan Sinta balik ke kelas, melewati daerah kelas 7.
DEG!
Jantungku berdegup kencang, melihat junior cowok lagi duduk didepan kelas 7-8. Ia memakai seragam olahraga abu-abu dan rambutnya pirang, wajahnya putih dan sangat tampan. Aku terkesima.
"Eh Sin, ade itu cakep yaa.." Ucapku malu.
"Mana,mana? Oh yang putih itu? " seru Sinta
"Iya hehehe" aku cengengesan
"Tanyain aja namanya siapa yuk" Sinta menarik tanganku dan membawa aku ke adik kelas tadi, itu membuatku grogi.
"Adek. Namanya siapa? " tanya Sinta yang masih menarik tanganku.
"Kenapa gitu ka?" Adek itu tersenyum jail, aku grogi bukan main.
"Ih yang bener de"
"Rizal kak" dia tersenyum manis ke arahku, aku meleleh.
"Kelas?" Tanyaku memberanikan diri
"7-9" ucapnya melihat ke arahku.
Karena aku tak sanggup melihat wajahnya yang tampan, akhirnya aku menarik Sinta dan mengajak Sinta pulang ke kelas.
"Eh, oh makasih de" ucapku dengan wajah memerah. Sinta cengengesan melihat sikapku yang salah tingkah.
"Luna, Luna. Ternyata kamu suka brondong ya" Sinta tertawa. Aku malu dan tertawa kecil.
Hehehe.
No comments:
Post a Comment